MADIUN – Pergerakan tanah kembali terjadi di RT 17 Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan.
Dampaknya, ruas jalan utama desa mengalami retakan dan ambles sehingga terancam putus total.
Kepala Desa Sumberbendo Suprapto mengatakan fenomena tanah bergerak sebenarnya sudah muncul sejak tahun lalu dan kembali aktif setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sebenarnya tanah bergerak itu sudah mulai tahun kemarin, yang terbaru ya tadi malam itu,” ujarnya.
Pergerakan terbaru terjadi di badan jalan yang berada tepat di atas titik longsor lama.
Tanah pecah dan ambles hingga mendekati rumah warga yang sebelumnya telah direlokasi.
Rumah milik Sarmo sudah dipindahkan ke lokasi lebih aman sejak tahun lalu.
Namun rumah milik Sugeng masih bertahan di lokasi awal meski telah disarankan untuk relokasi.
Menurut Suprapto, kerusakan jalan kini menjadi ancaman paling serius karena jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat kecamatan dan Caruban.
“Kalau tidak segera ditangani, mungkin tidak sampai satu minggu kalau hujan deras bisa putus total,” tegasnya.
Pemerintah desa telah melaporkan kondisi tersebut kepada berbagai pihak, mulai DPUPR, BPBD, camat, DPRD hingga bupati.
Langkah tersebut dilakukan agar penanganan teknis segera dilakukan sebelum dampak longsor meluas dan memutus akses transportasi masyarakat.
“Harapan kami segera ada tindakan supaya tidak semakin parah,” imbuh Suprapto. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto