Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Madiun Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Loditya Fernandes • Senin, 2 Maret 2026 | 04:40 WIB

TINDAKLANJUT: Petugas DPUPR meninjau kerusakan jalan Balerejo–Simo di Desa Pacinan setelah aksi warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
TINDAKLANJUT: Petugas DPUPR meninjau kerusakan jalan Balerejo–Simo di Desa Pacinan setelah aksi warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan jalan di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo membuat warga resah.

Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di tengah ruas jalan Balerejo–Simo yang berlubang, kemarin (1/3).

Aksi tersebut dilakukan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air dan kerap memicu kecelakaan.

Pohon pisang sengaja ditancapkan di titik berlubang sebagai penanda sekaligus sindiran agar segera dilakukan perbaikan.

’’Sebelumnya banyak yang jatuh dan kecelakaan. Warga sini inisiatif, mau sampai kapan seperti ini terus,” ungkap Kamituwo Dusun Pacinan 2, Rahmatush Shadiyah.

Menurutnya, keluhan kerusakan jalan sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada bupati.

Jalan sempat ditambal, namun karena bersifat sementara, kerusakan kembali muncul.

’’Sebelumnya sudah matur teng Pak Bupati, langsung ditambal besoknya. Tapi karena tidak permanen, rusak lagi,” ujarnya.

Aksi tanam pohon pisang yang dilakukan malam hari langsung mendapat respons.

Keesokan paginya pohon dicabut dan laporan diteruskan ke dinas terkait.

DPUPR Kabupaten Madiun kemudian melakukan penambalan sementara menggunakan material cold mix guna mengurangi risiko kecelakaan menjelang Idulfitri.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Astutik Dyah Ningsih membenarkan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 23.00–23.30 WIB.

Namun penanganan baru bisa dilakukan keesokan hari karena keterbatasan kendaraan operasional.

’’Kami sudah menerima laporan malam itu, tapi baru bisa ditindaklanjuti hari ini karena menunggu kesiapan kendaraan,” jelasnya.

Astutik mengatakan kondisi drainase di sekitar lokasi menjadi kendala utama.

Genangan air membuat tambalan cepat rusak jika tidak disertai penanganan menyeluruh.

Sebagai langkah awal, DPUPR akan memasang rambu peringatan di titik rawan kecelakaan.

Sementara perbaikan permanen menggunakan rigid beton telah masuk perencanaan tahun ini.

Pelaksanaan ditargetkan mulai Mei mendatang dengan panjang penanganan sekitar 700 meter dan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

’’Harapannya perbaikan permanen nanti menjadi solusi jangka panjang,” tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#jalan berlubang madiun #warga tanam pohon pisang #Balerejo Simo #Jalan rusak Madiun #madiun #DPUPR Kabupaten Madiun