Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkab Madiun Paparkan Desain Baru Pasar Dungus, Kapasitas Kios dan Los Bertambah

Loditya Fernandes • Senin, 2 Maret 2026 | 13:30 WIB

PAPARAN DESAIN: Bupati Madiun bersama jajaran mengikuti pemaparan desain revitalisasi Pasar Dungus yang akan menambah kapasitas kios dan los pedagang. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
PAPARAN DESAIN: Bupati Madiun bersama jajaran mengikuti pemaparan desain revitalisasi Pasar Dungus yang akan menambah kapasitas kios dan los pedagang. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kapasitas pedagang di Pasar Dungus bakal meningkat setelah proses revitalisasi rampung.

Hal itu terungkap dalam paparan desain pembangunan pasar oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis di hadapan Bupati Hari Wuryanto, Wabup dr. Purnomo Hadi, dan Pj Sekda Sigit Budiarto, Sabtu (28/2).

Paparan yang digelar di ruang gambar Pendopo Mudagraha tersebut memastikan jumlah kios dan los bertambah dibandingkan kondisi sebelum kebakaran.

’’Setelah dibangun, kapasitas bertambah menjadi 44 kios dan 267 los untuk pedagang,” ungkap Boby.

Sebelumnya, Pasar Dungus hanya memiliki 36 kios dan 256 los.

Melalui konsep pembangunan dua lantai, kapasitas ditingkatkan guna mengakomodasi kebutuhan pedagang secara lebih optimal.

Bangunan pasar dirancang lebih modern dengan fasilitas lengkap.

Lantai satu akan diisi kios dan los, ruang laktasi, ruang klinik, serta toilet.

Sementara fasilitas luar gedung meliputi musala, toilet tambahan, tempat pembuangan akhir (TPA), dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Adapun lantai dua direncanakan menampung tambahan kios dan los, zona foodcourt, serta kantor pengelola pasar.

Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan sejumlah catatan dalam paparan tersebut.

Ia meminta jarak bangunan pasar dengan permukiman warga tidak terlalu dekat serta memastikan akses keluar masuk pedagang los lebih mudah.

Selain itu, jumlah toilet diminta ditambah guna menjaga kebersihan lingkungan pasar.

’’Jumlah toilet untuk pedagang dan pengunjung ditambah agar pasar terlihat bersih dan tidak bau,” ujarnya.

Bupati juga mengusulkan penamaan baru pasar menjadi “Pasar Dungus Bersahaja” sesuai visi Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera.

Sementara itu, Wabup dr. Purnomo Hadi menyoroti pentingnya pengelolaan IPAL, khususnya di zona daging yang berpotensi menimbulkan bau.

Ia meminta sistem pembuangan limbah dan suplai air bersih dikontrol secara optimal.

’’Kontrol pipa pembuangan serta air bersih harus selalu terjaga agar pengunjung dan pedagang merasa nyaman,” imbuhnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#pembangunan pasar tradisional #Pasar Dungus Madiun #Pemkab Madiun #revitalisasi pasar Madiun #madiun #ekonomi daerah madiun