Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ekonomi Kabupaten Madiun Tumbuh 5,33 Persen, Pertanian Jadi Penopang Utama

Loditya Fernandes • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:00 WIB

 

Wisma Eka Nurcahyanti, Kepala BPS Pacitan (Dokumen/Radar Pacitan)
Wisma Eka Nurcahyanti, Kepala BPS Pacitan (Dokumen/Radar Pacitan)

Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun sepanjang 2025 tercatat cukup impresif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi daerah tumbuh 5,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 yang tercatat 4,68 persen.

Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti mengatakan pertumbuhan tersebut menandakan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak positif.

’’Secara umum seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan. Ini menandakan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat cukup terjaga,’’ ujarnya dalam rilis resmi Februari 2026.

Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) 2025 mencapai Rp 27.482,74 miliar.

Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp 16.423,57 miliar.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan yang tumbuh 8,47 persen.

Disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,23 persen serta jasa lainnya 8,21 persen.

Meski sebagian besar sektor tumbuh positif, terdapat dua sektor yang mengalami kontraksi.

Yakni pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang minus 1,32 persen serta sektor pertambangan dan penggalian minus 0,02 persen.

Sementara pertumbuhan paling rendah tercatat pada sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 2,19 persen.

Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Madiun.

Kontribusinya mencapai 25,85 persen terhadap total perekonomian daerah.

Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menyusul dengan kontribusi 17,79 persen.

Kemudian industri pengolahan sebesar 14,89 persen, konstruksi 11,99 persen, serta informasi dan komunikasi 6,75 persen.

’’Lima sektor tersebut menyumbang 77,28 persen terhadap total perekonomian daerah,’’ jelas Wisma.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi rumah tangga sebesar 5,39 persen.

Komponen ini juga mendominasi struktur PDRB menurut pengeluaran dengan kontribusi 73,52 persen.

’’Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) berkontribusi 32,29 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 6,90 persen,’’ tambahnya.

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun sejajar dengan rata-rata pertumbuhan provinsi yang juga berada di angka 5,33 persen.

Di tingkat provinsi, pertumbuhan tertinggi tercatat di Kabupaten Pacitan sebesar 6,35 persen.

Disusul Kota Malang dan Kabupaten Malang masing-masing 5,92 persen. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi jatim #pdrb madiun #ekonomi madiun #pertumbuhan ekonomi Madiun #madiun #BPS Kabupaten Madiun