MADIUN – Pemkab Madiun mulai tancap gas mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026.
Meski triwulan pertama belum rampung, realisasi pajak daerah sudah menunjukkan tren positif.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah akan dilakukan secara rutin.
’’Kami akan selalu pantau dan evaluasi setiap bulan untuk melihat sejauh mana progresnya,’’ ujarnya, Sabtu (14/3).
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam pencapaian target pajak daerah.
Tanpa kerja sama yang solid, optimalisasi pendapatan daerah akan sulit tercapai.
Berdasarkan data hingga 5 Maret, capaian pajak daerah Kabupaten Madiun telah mencapai 13,9 persen.
Evaluasi rutin setiap dua bulan akan dilakukan untuk memetakan wilayah maupun sektor yang realisasinya masih rendah.
’’Dengan begitu, langkah taktis bisa segera diambil,’’ jelasnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Yudi Hartono menambahkan fokus triwulan pertama adalah mengamankan target PAD 2026.
Target pendapatan daerah tahun ini dipatok sebesar Rp 433 miliar lebih.
’’Bapak Bupati sudah menekankan agar dievaluasi dari bulan ke bulan sehingga proporsionalitas setiap triwulan bisa tercapai murni,’’ terang Yudi.
Ia meminta para camat aktif memantau pemungutan PBB-P2 di wilayah masing-masing.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu PAD juga diminta bekerja sesuai anggaran kas yang telah disusun agar target tetap on track.
Terkait catatan tunggakan pajak tahun lalu di tiga kecamatan yang sempat mencapai Rp 900 juta, pihaknya memastikan kewajiban tersebut telah diselesaikan pada akhir 2025.
’’Sudah diselesaikan semua karena itu merupakan kewajiban,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto