Jawa Pos Radar Madiun – Arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Madiun melonjak signifikan.
Satlantas Polres Madiun mencatat kenaikan volume kendaraan hingga 200 persen dibandingkan kondisi normal.
Kasat Lantas Polres Madiun AKP Andrian Permana mengatakan, puncak arus balik terjadi pada 23–24 Maret.
“Kenaikannya bisa sampai 200 persen,” ujarnya, Selasa (24/3).
Lonjakan arus kendaraan terpusat di sejumlah titik. Salah satunya Gerbang Tol (GT) Dumpil yang menjadi akses utama keluar-masuk wilayah Madiun.
Saat kondisi padat, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke Gerbang Tol Caruban.
Baca Juga: 350 Warga Madiun Ikut Balik Gratis, Difasilitasi 7 Bus ke Jakarta dan Surabaya
“Beban di Dumpil sudah tinggi, akan kami alihkan ke Caruban, begitu juga sebaliknya saat arus balik,” jelasnya.
Kepadatan juga terjadi di jalur nasional, khususnya Jalan Raya Nganjuk–Madiun kawasan Saradan.
Jalur tersebut mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama angkutan barang yang tidak diperbolehkan melintas di tol.
Meski demikian, kepolisian memastikan kondisi masih terkendali.
“Pasti ada peningkatan, terutama kendaraan sumbu tiga, tapi kami pastikan tidak sampai macet total kecuali ada kejadian menonjol,” ujarnya.
Wilayah selatan juga menjadi perhatian, khususnya jalur Mlilir–Pagotan.
Baca Juga: H+3 Lebaran, Lalu Lintas Kota Madiun Ramai Lancar Tanpa Kemacetan
Penyempitan jalan di sejumlah titik berpotensi menyebabkan perlambatan arus kendaraan.
Titik krusial berada di simpang empat Dolopo dan kawasan Pagotan.
“Di titik penyempitan pasti ada perlambatan. Itu yang menjadi fokus pengamanan kami,” tambahnya.
Satlantas Polres Madiun menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun jalur selatan.
Petugas disiagakan untuk pengaturan langsung di lapangan, termasuk penyesuaian lampu lalu lintas dan pengaktifan jalur alternatif. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto