Jawa Pos Radar Madiun – Timbulan sampah di Kabupaten Madiun melonjak selama libur Lebaran.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat produksi sampah harian meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Madiun M. Zahrowi mengatakan, pola peningkatan sampah saat Lebaran terjadi setiap tahun.
“Kalau berbicara pola, setiap tahun itu hampir sama, naik turunnya tidak jauh berbeda,” ujarnya, Selasa (24/3).
Pada hari normal, produksi sampah berkisar 40 ton per hari. Namun selama Lebaran meningkat menjadi 45 hingga 48 ton per hari.
Baca Juga: Arus Balik Madiun Melonjak 200 Persen, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Artinya, terjadi kenaikan sekitar 12,5 hingga 20 persen.
“Biasanya itu sekitar 40 ton, ini bisa naik menjadi 45 sampai 48 ton per hari,” jelasnya.
Peningkatan dipengaruhi tingginya arus kunjungan masyarakat ke Kabupaten Madiun, baik untuk mudik maupun wisata.
Aktivitas berkumpul di restoran dan tempat wisata juga turut menambah volume sampah.
“Dinamika pergerakan masyarakat meningkat, otomatis tingkat konsumsi juga meningkat, sehingga potensi sampah ikut bertambah,” katanya.
Untuk mengendalikan lonjakan, DLH mengoptimalkan peran TPS 3R dan bank sampah.
Baca Juga: Libur Lebaran di Pacitan, Tarif Wisata Tetap Normal, Pengamanan Ditingkatkan
Upaya ini dilakukan agar hanya sampah residu yang masuk ke TPA.
Masyarakat juga diimbau mengurangi sampah dengan membawa tumbler, menggunakan tas belanja non-plastik, serta mengonsumsi makanan secukupnya.
“Perubahan perilaku dari diri masing-masing menjadi kunci untuk menekan timbulan sampah,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto