Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun mulai ancang-ancang menerapkan skema kerja baru bagi aparatur sipil negara (ASN).
Sinyal yang menguat, pola empat hari kerja dan satu hari work from home (WFH) bakal diterapkan sebagai upaya efisiensi energi.
Wacana tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto usai mengikuti rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim.
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan gubernur terkait penghematan energi.
‘’Insya Allah kita akan empat hari kerja, yang satu WFH. Nanti akan kami rapatkan,” ungkap Mas Hari Wur –sapaan bupati–.
Pemkab memastikan kebijakan tersebut segera dibahas bersama DPRD dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Termasuk menentukan teknis pelaksanaan serta hari penerapan WFH.
‘’Kebijakan diserahkan ke daerah, nanti kita rapatkan termasuk dengan DPRD,” imbuhnya.
Menurut bupati, skema WFH dinilai efektif menekan konsumsi energi, khususnya dari sektor transportasi.
Dengan bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan, penggunaan kendaraan dinilai bisa berkurang signifikan.
‘’Kami harapkan efektif karena itu sudah anjuran dari pusat begitu. Mudah-mudahan. Kalau kendaraan tidak dipakai satu hari kan otomatis lebih hemat,” jelasnya.
Kebijakan tersebut nantinya berlaku untuk seluruh ASN, baik struktural maupun fungsional.
Hal itu didukung sistem kerja berbasis digital yang semakin berkembang.
‘’Sekarang sudah eranya digitalisasi, jadi semuanya bisa kita lakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Pemprov Jatim di bawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap Rabu mulai April mendatang sebagai langkah efisiensi energi.
Meski demikian, pelayanan publik tetap harus berjalan optimal dan disiplin ASN tetap dijaga. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto