Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Longsor Tutup Jalan di Madiun, Rumah Warga Ikut Terdampak

Loditya Fernandes • 2026-03-30 06:30:32
Petugas gabungan dan warga membersihkan material longsor yang sempat menutup jalan di Desa Padas, Dagangan, Madiun. FOTO: BPBD MADIUN
Petugas gabungan dan warga membersihkan material longsor yang sempat menutup jalan di Desa Padas, Dagangan, Madiun. FOTO: BPBD MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Madiun, Sabtu (28/3), memicu bencana di sejumlah titik.

Selain atap Puskesmas Saradan ambrol, longsor juga terjadi di Desa Padas, Kecamatan Dagangan.

Wakapusdalops BPBD Kabupaten Madiun Wahyu Priyanto mengatakan, longsor sempat menutup akses jalan dan merusak rumah warga.

’’Untuk sementara yang terdata ada kejadian di Puskesmas Saradan dan longsor di Padas,’’ ujarnya.

Material longsor menimpa rumah milik Murtini di Dusun Sempu RT 08 RW 02. Bagian samping rumah terdampak, namun kerusakan tergolong ringan.

’’Longsor mengenai samping rumah, tapi hanya rusak ringan,’’ jelasnya.

Selain itu, material tanah juga sempat menutup jalan penghubung Desa Padas–Desa Bodag. Akses kendaraan roda empat sempat terhenti.

Namun, jalur tersebut kini sudah kembali normal setelah dilakukan pembersihan.

’’Sempat tertutup, tapi sudah dibersihkan dan sekarang sudah bisa dilewati kendaraan,’’ terangnya.

Wahyu menjelaskan, longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama. Di wilayah Padas, hujan tercatat mengguyur lebih dari empat jam.

Kondisi tersebut membuat tanah menjadi labil dan rawan longsor.

’’Curah hujan cukup lebat dan berlangsung lama, sehingga tanah menjadi tidak stabil,’’ tuturnya.

Penanganan dilakukan secara cepat dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, perangkat desa, serta warga setempat.

Kerja bakti lanjutan juga dijadwalkan untuk membersihkan sisa material dan memastikan akses jalan benar-benar aman.

’’Koordinasi sudah dilakukan, dan direncanakan kerja bakti bersama untuk penanganan lanjutan,’’ tambahnya.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

’’Kami imbau masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi,’’ tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#wahyu prianto #bpbd madiun #cuaca ekstrem #madiun #Desa Padas #longsor madiun