Jawa Pos Radar Madiun – Dam Kedungrejo di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng ambrol akibat hujan deras.
Dampaknya, pasokan air untuk 1.436 hektare lahan persawahan terancam terganggu.
Kerusakan terjadi sejak 27 Maret lalu. Bahkan, pada 29 Maret, bangunan dam dilaporkan mengalami pergeseran.
Pengamat Operasi dan Pemeliharaan UPT PSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo Perwakilan Madiun Andika Widodo mengatakan, ambrolnya dam dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu.
’’Kemarin malamnya curah hujan tinggi di daerah hulu, lalu sekitar Subuh Dam Kedungrejo mengalami sliding,’’ ujarnya.
Dam Kedungrejo memiliki peran vital sebagai sumber irigasi teknis bagi ribuan hektare sawah.
Wilayah terdampak meliputi Dusun Wonoayu, Desa Kedungrejo, Desa Babadan Lor hingga perbatasan Warurejo.
’’Alirannya sampai perbatasan Warurejo,’’ jelasnya.
Petugas langsung melakukan penanganan darurat untuk meminimalkan dampak.
Fokusnya mencegah air sungai masuk ke saluran irigasi sekaligus mengantisipasi longsor susulan.
Penanganan sementara dilakukan menggunakan sandbag, sesek, dan pancang.
’’Penanganan darurat pakai sandbag, sesek sama pancang untuk antisipasi air sungai masuk ke saluran,’’ beber Andika.
Kerusakan dam telah dilaporkan ke pemerintah provinsi. Penanganan lanjutan masih menunggu hasil koordinasi lintas instansi.
Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.
Petugas juga melarang warga mendekati area dam yang rusak demi keselamatan.
’’Warga sementara dilarang mendekat,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto