Harga Aspal Melonjak, Proyek di Madiun Tertunda

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 17:00 WIB
Kenaikan harga aspal berdampak pada perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Madiun. DOK RADAR MADIUN
Kenaikan harga aspal berdampak pada perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Madiun. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga material konstruksi imbas ketidakpastian global mulai berdampak pada proyek infrastruktur di Kabupaten Madiun.

Salah satunya lonjakan harga aspal yang membuat perencanaan proyek tersendat.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun, Astutik Diah Ningsih, mengatakan harga aspal naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Dari Rp 11.300 per kilogram di awal tahun, kini naik menjadi Rp 13.600 per kilogram per 1 April.

’’Perkirakan hampir ke Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilo. Itu signifikan sekali nanti,’’ ujarnya, Sabtu (4/4).

Lonjakan harga membuat DPUPR belum berani menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Risiko eskalasi harga saat proyek berjalan dinilai tinggi.

’’Mau melaksanakan pekerjaan saja juga belum berani nyusun HPS, karena harganya sulit diprediksi,’’ ungkapnya.

Dampak lain terlihat pada proses pengadaan proyek.

Sejumlah paket pekerjaan gagal lelang karena minim peminat.

Rekanan memilih tidak mengambil risiko di tengah harga material yang fluktuatif.

Kenaikan harga dipicu faktor global, termasuk dampak konflik internasional terhadap harga BBM.

Hal tersebut berimbas langsung pada material konstruksi seperti aspal.

Meski demikian, DPUPR memastikan proyek tetap berjalan secara bertahap.

Pelaksanaan dilakukan sambil menunggu kondisi harga lebih stabil.

’’Kami tetap bergerak, tapi pelan-pelan kami cicil,’’ tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
harga aspal proyek madiun lelang proyek infastruktur dpupr madiun