Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Relokasi Warga Kebonduren Madiun Mandek, Lokasi Jadi Polemik

Loditya Fernandes • Senin, 6 April 2026 | 13:45 WIB
Kondisi permukiman warga Kebonduren yang kerap terdampak banjir kiriman dan direncanakan direlokasi. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIIJN
Kondisi permukiman warga Kebonduren yang kerap terdampak banjir kiriman dan direncanakan direlokasi. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIIJN

Jawa Pos Radar Madiun – Rencana relokasi warga Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, masih belum menemukan titik temu.

Perbedaan usulan lokasi antara warga dan pemkab membuat proses terus berlarut.

Kepala Desa Kenongorejo, Tatang Heru Purnomo, mengatakan hingga kini relokasi masih tahap proses.

’’Sampai sekarang masih proses, belum final,’’ ujarnya.

Warga mengusulkan relokasi di petak 132.

Lokasi tersebut berada dekat masjid dan dinilai lebih strategis.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengajukan petak 78.

Lokasi ini disebut telah mendapat persetujuan kepala daerah.

Perbedaan utama terletak pada akses.

Petak 78 berada di seberang sungai, sehingga berisiko terisolasi saat banjir.

’’Kalau di 78 itu di seberang sungai. Saat banjir ya tidak bisa menyeberang,’’ tegasnya.

Selain akses, faktor biaya juga menjadi pertimbangan.

Relokasi ke petak 78 dinilai membutuhkan anggaran lebih besar.

Saat ini tahapan masih penyusunan rencana anggaran biaya (RAB).

Penentuan lokasi menjadi kunci sebelum proyek berjalan.

Relokasi direncanakan karena wilayah tersebut kerap terdampak banjir kiriman.

Terbaru, 23 rumah sempat tergenang hingga 40 sentimeter.

Warga berharap keputusan segera diambil.

’’Harapannya segera ada kepastian, supaya warga tidak terus waswas saat musim hujan,’’ tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Banjar #Kebonduren #relokasi warga #Disperkim Kabupaten Madiun #mada