Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya menjaga stabilitas wilayah pascabentrokan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Sabtu (4/4) lalu.
Semua elemen diminta bergerak cepat merespons potensi konflik agar tidak meluas.
Orang nomor satu di Pemkab Madiun itu bahkan telah mengumpulkan seluruh perguruan pencak silat untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan dan ketertiban.
‘’Kami sudah kumpulkan semua, termasuk teman-teman kampung pesilat, agar benar-benar mendukung terciptanya kondisi aman di wilayah masing-masing,” ujar Mas Hari Wur-panggilan akrab bupati- saat sarasehan di Pendopo Kecamatan Geger, kemarin (6/4).
Sarasehan tersebut melibatkan unsur tiga pilar—pemerintah desa, TNI, dan Polri—serta paguyuban kampung pesilat.
Langkah ini menjadi upaya preventif agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
Bupati menekankan pentingnya sinergi antar elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
‘’Kami berharap kejadian kemarin tidak terulang kembali dan kondisi wilayah tetap kondusif,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kamtibmas, terutama di tengah tingginya aktivitas generasi muda.
Ia mendorong kolaborasi antara tiga pilar dengan perguruan pencak silat.
Selain itu, budaya gotong royong juga dihidupkan kembali melalui pengaktifan poskamling.
Bahkan, menjelang Hari Jadi Kabupaten Madiun, kegiatan tersebut direncanakan dikemas dalam bentuk lomba untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
‘’Kegiatan anak muda harus diarahkan ke hal positif, supaya energi mereka tersalurkan dengan baik,” ucapnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik.
Kepala desa diminta aktif berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda.
‘’Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera ditanya dan direspons. Jangan sampai ada pembiaran,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Geger Dodi Setiawan menyebut sarasehan ini menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh elemen.
Menurutnya, kondusivitas wilayah tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga keberhasilan pembangunan desa.
‘’Kami ingin semua elemen bersatu menjaga wilayah agar tetap aman dan mendukung pembangunan,” ujarnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto