Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai langkah antisipasi disiapkan sekolah untuk memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Seperti yang dilakukan SMPN 1 Jiwan. Sekolah tersebut menyiapkan sistem cadangan mulai dari jaringan internet hingga perangkat ujian.
Kepala SMPN 1 Jiwan Rochmawati Fadilah menyebut pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan tertib.
“Alhamdulillah, untuk pelaksanaan TKA di hari pertama ini berjalan dengan lancar, kemudian tertib, kemudian anak-anak juga merasa percaya diri di dalam mengerjakan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi gangguan jaringan, sekolah menggunakan dua provider internet sekaligus.
Selain dari BUMN, jaringan swasta juga disiapkan sebagai cadangan.
“Jadi kami punya dua backup dari sisi koneksi internet,” bebernya.
Dari sisi perangkat, sekolah juga menyiapkan langkah tambahan. Laptop milik guru dikumpulkan untuk dijadikan cadangan jika terjadi kendala teknis saat ujian.
‘’Kami juga meminta para guru untuk mengumpulkan laptopnya masing-masing, sehingga nanti kalau ada kendala dari sisi perangkat, maka kami sudah ready untuk sebagai backup-nya,” tambahnya.
Tak hanya itu, kesiapan teknisi dan proktor turut diperkuat. Mereka terhubung langsung dengan dinas pendidikan melalui grup komunikasi untuk mempercepat penanganan jika terjadi kendala.
Sekolah juga memastikan kesiapan siswa melalui pembekalan materi, bahkan tetap dilakukan saat libur.
“Kami pun dari pihak sekolah selalu memberikan motivasi dan tidak henti-hentinya juga memberikan penguatan kepada anak-anak, baik dari sisi penguatan cakupan materinya maupun dari sisi sarana prasarana,” tandasnya.
Sebanyak 211 siswa mengikuti TKA di SMPN 1 Jiwan. Pelaksanaan dibagi dalam tiga sesi, menyesuaikan ketersediaan perangkat.
‘’Dalam satu sesi itu kami harus menyediakan kurang lebih 80-an perangkat plus cadangannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Sementara itu, pelaksanaan TKA di SMPN 1 Wungu juga berjalan lancar. Ujian digelar dalam tiga sesi dengan masing-masing sekitar 30 peserta selama 85 menit.
Teknisi TKA SMPN 1 Wungu Wasis Angkasa menyebut hingga sesi kedua tidak ditemukan kendala.
‘’Dari sesi 1 sampai sesi 2 belum ada kendala sama sekali. Lancar-lancar saja, peserta juga antusias, enggak ada yang izin, semua masuk, tertib, dan enggak ada yang terlambat,” bebernya.
Meski begitu, potensi gangguan tetap diantisipasi. Umumnya berasal dari perangkat komputer yang lemot atau jaringan Wi-Fi yang tidak stabil.
“Hari H Alhamdulillah belum ada kendala sama sekali karena sudah kita antisipasi sebelumnya,” jelasnya.
Pelaksanaan TKA di SMPN 1 Wungu dibagi dalam dua gelombang, yakni 6–7 April dan 8–9 April.
Pada hari pertama, peserta mengerjakan mata pelajaran numerasi dengan sekitar 30 soal.
Jika terjadi gangguan jaringan, panitia telah menyiapkan alternatif menggunakan hotspot ponsel agar ujian tetap berjalan.
Untuk peserta yang berhalangan hadir, dinas pendidikan menyediakan mekanisme ujian susulan.
Namun, hanya berlaku bagi siswa yang sakit atau terlambat lebih dari 15 menit.
‘’Kalau memang benar-benar sakit nanti ikut susulan di Mei, termasuk yang terlambat lebih dari 15 menit,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto