Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

RSUD Dolopo Gelar FKP 2026, Bupati Madiun Tekankan Layanan Kesehatan Berkualitas

Loditya Fernandes • Kamis, 9 April 2026 | 07:20 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD Dolopo 2026 guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD Dolopo 2026 guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

MADIUN – RSUD Dolopo menegaskan komitmennya menjaga kualitas pelayanan kesehatan sekaligus kepercayaan publik melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026.

Kegiatan yang digelar di Gedung Mahabarata, Ruang Kalimasada RSUD Dolopo, Selasa (8/4), menjadi ruang sinkronisasi standar layanan rumah sakit dengan kebutuhan masyarakat.

Direktur RSUD Dolopo Mulyadi menyebut FKP menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.

“FKP ini bertujuan menyelaraskan atau harmonisasi standard pelayanan rumah sakit dengan harapan dapat menghimpun masukan dan saran dari seluruh pembuka layanan terkait prosedur dan kualitas rumah sakit, memperkuat sinergi antara masyarakat dan rumah sakit, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesionalisme RSUD Dolopo,” ujarnya.

Baca Juga: 13 Proyek Strategis Madiun Dikawal Kejari, Pemkab Jaga Proyek Bebas Masalah Hukum

Forum bertema Harmonisasi Layanan Kesehatan dalam Mewujudkan Madiun Bersahaja itu dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi.

Bupati bahkan memimpin langsung jalannya forum dan menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Saya berterima kasih kepada RSUD Dolopo telah mengadakan acara FKP ini. Ini penting sekali untuk semakin meningkatkan pelayanan RSUD Dolopo terhadap masyarakat Kabupaten Madiun dengan baik,’’ terangnya.

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk membangun dialog antar pemangku kepentingan.

Harmonisasi layanan dinilai krusial agar pelayanan kesehatan berjalan cepat, tepat, dan berkualitas.

Baca Juga: 931 Siswa di Madiun-Ngawi Lolos SNBP 2026, Rasionalisasi Jurusan Jadi Faktor Penentu

Bupati juga memaparkan sejumlah strategi yang perlu diperkuat. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan primer, peningkatan akses dan mutu layanan, migrasi program kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor.

“Ada beberapa strategi layanan kesehatan yang dapat diterapkan. Pertama peningkatan layanan kesehatan primer, peningkatan akses dan mutu pelayanan, migrasi program kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor,” sebutnya.

Selain itu, penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit tidak menular juga menjadi prioritas.

“Lalu fokus juga penanganan penyakit tidak menular melalui dini, serta digitalisasi data untuk mempermudah pelayanan terhadap pasien agar cepat dan tepat,” imbuhnya.

Dia juga menegaskan pentingnya menjaga predikat Kabupaten Layak Anak melalui layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya bagi ibu dan anak.

“Kami harap motto RSUD Dolopo untuk melayani sepenuh hati itu betul-betul dilaksanakan serta forum ini membawa manfaat bagi masyarakat dan semuanya,” pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#FKP 2026 #layanan kesehatan #RSUD Dolopo #Stunting #madiun