Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kemarau panjang mulai diantisipasi Pemkab Madiun. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menyebut, kemarau diprediksi berlangsung mulai April hingga Oktober.
“Kita sama-sama harus waspada di semua daerah. Karena ada kemungkinan kemarau itu April sampai Oktober dan puncaknya di Juli, Agustus, sampai September,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak hidrometeorologi di Surabaya.
Dalam forum itu, pemerintah daerah diminta bersiap menghadapi potensi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
“Prinsipnya di semua daerah itu kita bersiap-siap untuk menghadapi adanya kemarau panjang,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi El Nino tahun ini diprediksi masih dalam kategori lemah.
Hal itu mengacu pada perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan kenaikan suhu muka laut di Samudra Pasifik di bawah 1 derajat Celcius.
“Insya Allah diprediksi lemah. Yang penting kita waspada dan siap,” tambahnya.
Di sektor pertanian, pemkab meminta petani mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca.
Salah satunya dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.
“Sebisa mungkin pertanian menyesuaikan dengan tanaman yang irit air dan umurnya pendek,” tuturnya.
Pemkab juga menyiapkan langkah antisipasi lintas sektor untuk mengurangi risiko kekeringan.
Koordinasi akan melibatkan Dinas Pertanian dan Perikanan, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta OPD terkait lainnya.
“Nanti kita rapat bersama untuk memastikan kesiapan, termasuk penyediaan air bersih,” tandasnya.
Editor : Hengky Ristanto