MADIUN – Sebanyak 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Madiun bersiap menjalani inspeksi mendadak (sidak).
Satgas MBG telah menyusun jadwal pengawasan untuk memastikan operasional berjalan sesuai aturan.
Ketua Satgas MBG sekaligus Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengatakan sidak akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Jadwal sudah disusun, dalam waktu dekat ini kami akan mulai keliling,” ungkapnya, Selasa (14/4).
Menurutnya, jadwal sidak telah dirancang oleh Bapperida dengan metode random sampling. Cara ini dipilih agar hasil pengawasan lebih objektif.
Dalam pelaksanaannya, Satgas menargetkan menyasar dua titik atau lebih setiap hari secara bertahap di berbagai wilayah.
“Dalam sehari bisa dua titik atau lebih,” ujarnya.
Pengawasan tidak hanya difokuskan pada hasil akhir makanan. Seluruh proses operasional dapur juga akan diperiksa.
Mulai dari kualitas makanan, kebersihan, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga kelengkapan administrasi menjadi fokus utama.
“Fokus kami jelas, kualitas makanan harus terjaga dan semua proses harus sesuai regulasi yang ditentukan,” tegasnya.
Selain itu, aspek perizinan turut menjadi perhatian.
Setiap dapur MBG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti kelayakan.
Satgas juga memastikan bahan baku yang digunakan berasal dari daerah setempat guna mendukung ekonomi lokal.
“Kami juga ingin memastikan bahan baku yang digunakan sebagian besar harus berasal dari Kabupaten Madiun,” tambahnya.
Melalui sidak tersebut, Pemkab Madiun berharap pelaksanaan program MBG berjalan lebih tertib dan berkualitas.
Pengawasan lapangan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja SPPG agar program tepat sasaran.
“Harapannya program MBG ini benar-benar berkualitas dan tepat sasaran,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto