Musancab yang dihadiri sejumlah pengurus DPD dan DPC tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah Kongres di Bali, Konferda, dan Konfercab yang digelar sebelumnya.
DPD PDIP Jawa Timur menegaskan, Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah prioritas karena selama ini dikenal sebagai basis kuat partai berlambang banteng tersebut.
Meski sempat kehilangan satu kursi pada pemilu legislatif terakhir, PDIP tetap konsisten menjadi pemenang di tingkat kabupaten.
“Ini jadi catatan penting bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan struktur,” imbuhnya.
Dalam arahannya, DPD PDIP Jawa Timur mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC berusia di bawah 35 tahun.
Dari komposisi tersebut, satu di antaranya harus menempati posisi strategis sebagai ketua, sekretaris, atau bendahara.
“Kami tidak hanya memberi ruang, tapi juga tanggung jawab agar anak muda ikut menggerakkan partai,” tegas Deni.
Diakuinya, keterlibatan generasi muda menjadi krusial mengingat proyeksi pemilih pada Pemilu 2029 didominasi kalangan milenial dan gen-z hingga hampir 60 persen.
PDIP ingin menyerap aspirasi serta menghadirkan pola gerakan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan anak muda.
“Ada energi baru, wawasan baru, dan pola gerakan baru yang kami harapkan bisa memperkuat arah perjuangan partai,” katanya.
Meski demikian, PDIP tetap mempertahankan peran kader senior. Kombinasi antara pengalaman senior dan semangat anak muda dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun struktur partai hingga tingkat bawah.
Kader senior tetap ditempatkan sebagai tokoh di wilayah masing-masing serta mengisi struktur lain seperti ranting, anak ranting, hingga badan dan sayap partai.
“Tidak ada yang ditinggalkan, semua tetap punya peran sesuai kapasitasnya,” jelasnya.
Terkait target politik, PDIP Kabupaten Madiun dibebani misi mempertahankan kemenangan pada pemilihan legislatif sekaligus menambah jumlah kursi.
Selain itu, partai juga memasang target besar untuk meraih kemenangan pada pemilihan kepala daerah mendatang, yang selama ini belum berhasil diraih.
“Fokus kami mempertahankan kursi ketua DPRD, menambah kursi, dan insya Allah memenangkan pilkada ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menegaskan, penguatan peran generasi muda menjadi fokus utama menghadapi kontestasi politik mendatang.
Menurutnya, dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029 menuntut partai untuk beradaptasi sejak dini.
“Kalau kami tidak menyiapkan generasi muda dari sekarang, kami akan tertinggal. Karena ke depan pemilih didominasi anak-anak muda,” ujarnya.
Dia memastikan, komposisi 20 persen pengurus muda tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan akan dipersiapkan secara serius melalui pendidikan politik.
Para kader muda akan dibekali pemahaman ideologi partai hingga kemampuan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan digitalisasi juga menjadi perhatian untuk mengoptimalkan peran generasi muda dalam menggerakkan partai.
“Mereka akan kami sekolahkan politik dan kami dorong memanfaatkan digitalisasi agar lebih maksimal,” imbuhnya.
Pasca pelantikan PAC, pihaknya menargetkan pembentukan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting segera rampung.
Proses tersebut diharapkan selesai sebelum akhir tahun agar mesin partai semakin solid. Meski didominasi anak muda, peran kader senior tetap dipertahankan sebagai penopang dan penguat organisasi. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani