Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 42 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Madiun akan cuti untuk menunaikan ibadah haji 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.
Para ASN tersebut akan bergabung dengan 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun yang dijadwalkan berangkat 27 April.
Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap seluruh jemaah diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah.
“Semoga berangkat selamat, pulang selamat, dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya saat acara pamitan dan pembekalan di Puspem Caruban, kemarin (22/4).
Ia menegaskan, ASN yang berangkat haji memiliki peran strategis di tengah rombongan jemaah.
Selain sebagai peserta ibadah, mereka diharapkan menjadi teladan sekaligus membantu jemaah lain, khususnya lansia.
“ASN ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi jemaah lainnya,” jelasnya.
Dengan komposisi tersebut, setiap ASN diperkirakan dapat mendampingi sekitar sepuluh jemaah.
Peran ini dinilai penting, mengingat sebagian besar jemaah berasal dari kelompok lanjut usia.
Sekitar 60 persen jemaah haji asal Kabupaten Madiun berusia di atas 60 tahun.
“ASN yang berangkat relatif lebih muda, diharapkan bisa membantu,” terangnya.
Di sisi lain, pemkab memastikan cuti puluhan ASN tidak mengganggu layanan publik.
Hal itu karena penyebaran ASN yang berangkat tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tidak semua dalam satu instansi, sehingga layanan tetap bisa di-handle,” tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto