Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dinkes Kabupaten Madiun Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu, Bupati-Wabup Didapuk sebagai Narasumber untuk Berbagi Strategi dan Inspirasi

Loditya Fernandes • Jumat, 24 April 2026 | 06:08 WIB
UJUNG TOMBAK: Bupati, wabup, kepala dinkes dan puluhan kader posyandu berkomitmen memberikan layanan terbaik selepas mengikuti pelatihan. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
UJUNG TOMBAK: Bupati, wabup, kepala dinkes dan puluhan kader posyandu berkomitmen memberikan layanan terbaik selepas mengikuti pelatihan. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat terus digenjot melalui peningkatan kapasitas kader posyandu.

Selama dua hari (22–23 April), puluhan kader mengikuti pelatihan implementasi keterampilan dasar di Ruang Pertemuan Eka Kapti, Puspem Caruban. 

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati (Wabup) dr Purnomo Hadi turut hadir memberikan materi langsung kepada para kader.

‘’Kader posyandu ini adalah garda terdepan kami di bidang kesehatan. Mereka yang selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Kami bekali deteksi dini tentang kesehatan supaya mereka paham sehingga bisa menangani secara dini, preventif dulu supaya nanti bisa ditindaklanjuti,’’ ungkap Mas Hari Wur –sapaan bupati.

Bupati menambahkan, penguatan kapasitas kader ini selaras dengan visi-misi Kabupaten Madiun untuk mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan sejahtera (bersahaja).

Dengan jumlah kader posyandu mencapai 6.449 orang, potensi tersebut dinilai sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Karena itu, kader yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu menularkan ilmunya kepada kader lainnya. 

Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Ditahan, Kejari Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Dana Pokir

“Mudah-mudahan dari yang hadir ini bisa disampaikan ke teman-temannya, supaya berimbas luas ke masyarakat,” imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas, Pemkab Madiun juga berkomitmen memberikan dukungan konkret bagi kader posyandu.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai hingga perhatian terhadap kesejahteraan kader.

Sejumlah alat kesehatan seperti timbangan digital, alat ukur tekanan darah, hingga alat pemeriksaan penyakit akan terus dilengkapi. 

“Mulai dari timbangan sudah digital, tensi, gula darah, asam urat semua kami bantu supaya deteksi dini bisa segera dilakukan,” terangnya.

Mas Hari Wur juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan kader yang selama ini bekerja secara sukarela.

Menurutnya, dedikasi para kader harus diimbangi dengan dukungan pemerintah agar kinerja mereka semakin optimal. “Kesejahteraannya juga kami pikirkan, karena mereka bekerja dengan ikhlas,” tegasnya.

Baca Juga: Profil Suratno, Ketua DPRD Magetan yang Menangis usai Ditetapkan Tersangka Korupsi

Dalam aspek penanganan kesehatan, dia menegaskan sejumlah prioritas yang harus menjadi fokus kader posyandu.

Di antaranya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan percepatan penurunan angka stunting. 

Kabupaten Madiun ditargetkan mampu mencapai zero TBC pada 2030 serta terus menekan angka stunting yang saat ini sudah berada di peringkat ketujuh se-Jawa Timur. 

“TBC jadi prioritas karena targetnya zero di 2030, kemudian stunting juga harus terus turun,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kegiatan itu Mas Hari Wur menyampaikan materi mengenai bagaimana komunikasi efektif bagi kader posyandu.

Bagaimana penyampaian layanan dan informasi kesehatan sesuai dengan usia agar maksimal.

Wabup Dokter Pur –sapaan dr Purnomo Hadi – memberikan materi mengenai layanan dasar usia dewasa dan lanjut usia di posyandu.

Baca Juga: Jalan Ponorogo–Pacitan Amblas Terus, Sesar Aktif Jadi Penyebab

Berisikan tentang transformasi peran posyandu yang tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi mencakup seluruh siklus hidup manusia (Integrasi Layanan Primer), serta upaya promotif (promosi) dan preventif (pencegahan) obesitas, hipertensi, diabetes melitus hingga pola hidup sehat. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun dr Heri Setyana menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan 25 kompetensi dasar kader dalam program Integrasi Layanan Primer (ILP).

Saat ini, capaian kader dengan level kompetensi utama dan madya masih sekitar 21 persen sehingga perlu peningkatan secara bertahap.

“Harapannya seluruh kader bisa mencapai level utama melalui kegiatan berkelanjutan,” jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai organisasi profesi, seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).

Materi yang diberikan meliputi kebijakan layanan primer, pengelolaan posyandu, layanan dasar untuk berbagai kelompok usia, hingga praktik komunikasi efektif dan simulasi pelayanan sebagaimana tercantum dalam susunan acara kegiatan. “Kegiatan ini dirancang komprehensif dari teori hingga praktik,” terangnya.

Peserta merupakan perwakilan kader dari 26 puskesmas di Kabupaten Madiun, masing-masing tiga orang. Dalam dokumen kegiatan tercatat total peserta sebanyak 78 orang. Para peserta diharapkan mampu menyebarluaskan materi yang diperoleh kepada kader lain di wilayah masing-masing. “Yang ikut hari ini kami minta harus bisa menularkan ilmunya agar peningkatan kapasitas bisa merata,” pungkasnya. (odi/aan/*)

Editor : Mizan Ahsani
#dinkes #pelayanan #kesehatan #madiun #kader Posyandu