Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jembatan Bulu Madiun Retak Parah, Warga Khawatir Ambrol

Loditya Fernandes • Sabtu, 25 April 2026 | 10:30 WIB
Kondisi penyangga Jembatan Bulu yang retak parah dan berpotensi ambrol. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Kondisi penyangga Jembatan Bulu yang retak parah dan berpotensi ambrol. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Jembatan Bulu di Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, kian mengkhawatirkan. Struktur penyangga mengalami keretakan parah dan berpotensi ambrol.

Kerusakan disebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum ada perbaikan. Warga khawatir jembatan ambruk sewaktu-waktu.

“Sudah lama retak, sekitar 2017 atau 2019, tapi belum diperbaiki,” ujar Hendro, warga setempat.

Dari bawah jembatan, bagian penyangga tampak terbelah dan menganga, menandakan melemahnya kekuatan konstruksi.

Sementara di bagian atas, jembatan besi sempit itu masih dilalui kendaraan setiap hari.

Meski telah dipasang peringatan larangan kendaraan berat, praktik di lapangan tidak sepenuhnya dipatuhi.

Sejumlah truk masih nekat melintas saat kondisi sepi pengawasan.

“Masih ada truk yang lewat diam-diam,” imbuhnya.

Padahal, jembatan tersebut menjadi akses vital warga.

Sedikitnya 17 RT di Desa Bulu hingga Desa Kedungbrubus bergantung pada jalur tersebut.

Jika tidak dapat dilalui, warga harus memutar lebih dari tiga kilometer.

“Kalau tidak lewat sini, muternya jauh. Ini jalur utama,” tegasnya.

Warga mengaku resah karena hingga kini belum ada realisasi perbaikan, meski jembatan sudah beberapa kali disurvei.

“Sudah tiga kali disurvei, tapi belum ada tindak lanjut,” keluhnya.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Astutik Dyah Ningsih mengatakan, penanganan jembatan telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu.

Baik melalui skema Inpres Jalan Daerah maupun bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum terealisasi.

“Kalau melalui APBD, memang belum ada anggarannya,” ujarnya.

Menurut dia, penanganan yang direncanakan bukan sekadar perbaikan, melainkan penggantian total. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

“Rencananya diganti total karena kondisi sudah tidak layak,” pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#akses warga #DPUPR #infrastruktur desa #jembatan rusak madiun #pilangkenceng