Jawa Pos Radar Madiun – Validitas data Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun dipertanyakan.
Sejumlah koperasi yang tercatat sudah beroperasi, faktanya belum memiliki aktivitas usaha di lapangan.
Salah satunya KDKMP Desa Cermo, Kecamatan Kare.
Dalam data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdako-UM), koperasi tersebut disebut telah berjalan dengan unit usaha gerai sembako bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia.
Namun, kondisi riil berbeda. Gerai belum tersedia dan belum ada aktivitas transaksi.
“Belum ada pergerakan sama sekali terkait transaksi di gerai,” ujar pengurus KDKMP Cermo, Misbahul Alim, Minggu (25/4).
Menurut dia, pengurus masih menunggu pembangunan gerai rampung sebelum memulai usaha.
Bahkan, agenda dasar koperasi seperti rapat anggota tahunan (RAT) juga belum dilaksanakan.
“Kami saja RAT belum. Agenda pertama memang gerai itu, tapi belum jalan,” imbuhnya.
Sempat muncul wacana memanfaatkan dana anggota untuk perputaran usaha sementara. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena sarana belum siap.
“Daripada berisiko, kami menunggu sampai gerai siap,” jelasnya.
Berdasarkan data Disperdako-UM, terdapat 46 KDKMP yang tercatat sudah beroperasi per 21 April.
Unit usaha yang dilaporkan beragam, mulai simpan pinjam, agen bank, gerai sembako, hingga usaha pertanian dan peternakan.
Namun, temuan di lapangan menunjukkan perlunya validasi ulang.
Status operasional dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil koperasi di daerah. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto