Jawa Pos Radar Madiun – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun dihadapkan pada persoalan serius. Aspek keselamatan kebakaran di dapur SPPG masih minim.
Dari 34 dapur aktif, baru empat yang mengantongi sertifikasi mitigasi kebakaran dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun Andy Koerniawan menyebut capaian tersebut menunjukkan rendahnya kesadaran pengelola.
“Ini dapur keempat yang sudah dilaksanakan pelatihan dan sertifikasi,” ujarnya, kemarin (26/4).
Menurut dia, pemenuhan standar keselamatan tidak cukup hanya pelatihan. Kelayakan bangunan juga wajib dipenuhi.
“Tidak hanya pelatihan, tapi bangunan harus memenuhi syarat laik fungsi,” tegasnya.
Andy menjelaskan, dapur SPPG memiliki tingkat risiko tinggi. Setiap hari melayani ribuan penerima manfaat, mulai pelajar hingga ibu hamil.
Karena itu, standar proteksi kebakaran harus diterapkan secara ketat.
“SPPG ini pelayanan masyarakat, risikonya tinggi,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau seluruh pengelola segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis.
Termasuk pelatihan karyawan serta penyediaan sistem proteksi kebakaran sesuai standar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi risiko yang dapat mengganggu program MBG.
“Semua SPPG wajib memenuhi standar keselamatan,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto