Jawa Pos Radar Madiun – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diminta tidak latah meniru minimarket modern.
Dewan mendorong koperasi desa fokus pada kebutuhan dasar warga.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menilai peluang usaha di desa masih sangat terbuka, terutama pada sektor distribusi barang kebutuhan pokok.
“Jangan fokus minimarket dulu. Di desa itu kebutuhan harian seperti LPG atau pupuk sudah jelas pasarnya,” ujarnya, kemarin (26/4).
Menurut dia, KDKMP merupakan program nasional yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Pemkab diminta tidak pasif, melainkan aktif mencari peluang dan menyiapkan regulasi pendukung.
“KDKMP ini program nasional, pemerintah daerah harus membantu dan memfasilitasi,” tegasnya.
Fery menyebut, pengelolaan unit usaha yang tepat berpotensi meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). Apalagi jika dikelola secara profesional.
“Kalau hasilnya masuk PADes, bisa meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Dia mencontohkan distribusi LPG bersubsidi memiliki perputaran uang besar.
Dengan margin sekitar Rp 2.000–Rp 3.000 per tabung, potensi keuntungan bisa signifikan dalam satu koperasi.
Selain itu, distribusi pupuk juga dinilai strategis. Meski margin relatif kecil, volume penjualan tinggi membuat usaha tetap menguntungkan.
“Yang penting barang subsidi itu masuk dulu, karena dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.
Fery meminta dinas terkait dan pemerintah desa segera berkoordinasi. Penguatan manajemen serta peningkatan SDM dinilai krusial agar KDKMP berjalan optimal.
“Jangan menunggu petunjuk. Kabupaten Madiun harus bergerak cepat,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto