Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Baru 32 Rampung, Proyek Koperasi Merah Putih di Madiun Dikebut

Loditya Fernandes • Selasa, 28 April 2026 | 12:00 WIB
Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Madiun masih berlangsung dengan progres bervariasi di ratusan titik. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Madiun masih berlangsung dengan progres bervariasi di ratusan titik. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun belum merata. Dari ratusan titik, baru 32 gerai yang rampung 100 persen.

Dandim 0803/Madiun I Nyoman Adhisaputra menyebut, sebagian besar proyek masih dalam tahap pengerjaan dengan progres bervariasi.

“Yang sudah 100 persen ada 32 titik. Ada tambahan dua titik yang hampir selesai,” ujarnya, kemarin (27/4).

Data rekapitulasi menunjukkan, titik dengan progres 40–50 persen mendominasi, yakni 48 lokasi.

Disusul 36 titik di kisaran 30–40 persen dan 27 titik pada 50–60 persen.

Sejumlah kendala menjadi penyebab. Mulai persoalan lahan, dinamika sosial, hingga keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Yang di bawah 50 persen umumnya terkendala lahan. Banyak yang baru mulai satu minggu sampai satu bulan,” jelasnya.

Kendala krusial terjadi di empat desa di Kecamatan Dagangan, yakni Tileng, Segulung, Mendak, dan Ngranget.

Desa-desa tersebut belum memiliki tanah kas desa (TKD) yang representatif.

Sebagai solusi, pemerintah desa mengusulkan pemanfaatan lahan Perhutani. Namun, proses perizinan masih berlangsung di tingkat pusat.

“Kami ikut menjembatani agar proses perizinan segera selesai,” imbuhnya.

Dinamika sosial juga turut memengaruhi. Sejumlah titik sempat tertunda karena penolakan warga terhadap lokasi hasil musyawarah desa.

“Kalau ada penolakan, kami sarankan musdes ulang,” tegasnya.

Dari sisi teknis, pembangunan menggunakan sistem padat karya dengan tenaga kerja lokal.

Pola ini membuat pengerjaan berpindah antar titik, sehingga kerap dianggap proyek berhenti.

“Tenaga kerja berpindah setelah menyelesaikan tahap tertentu. Jadi terlihat berhenti, padahal berlanjut di titik lain,” terangnya.

Ketersediaan material juga menjadi tantangan. Tingginya permintaan membuat pasokan terbatas.

“Banyak material terserap untuk kebutuhan luar daerah. Tapi kami siasati dengan koordinasi penyedia,” katanya.

Untuk mengejar target, pembangunan ditargetkan rampung sebelum Juli. Satu titik diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 25 hari. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#proyek koperasi #kendala lahan #pembangunan desa #Koperasi Merah Putih #madiun