SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Identitas RO, 21, pemuda yang tewas di sebuah hotel di Surabaya, tercatat sebagai warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Namun, RO diketahui sudah lama tidak tinggal di desa tersebut.
Kepala Desa Sukorejo, Kushadianto, menyebut RO telah meninggalkan wilayahnya sejak beberapa tahun terakhir.
“Memang KTP-nya masih Sukorejo, tapi orangnya sudah lama tidak di sini,” ujarnya.
Menurut dia, korban mengikuti ibunya pindah ke Surabaya setelah ayahnya meninggal dunia.
Sejak saat itu, RO tidak lagi beraktivitas maupun menetap di Sukorejo.
“Sudah sekitar dua sampai empat tahun tidak di sini,” jelasnya.
Informasi kejadian tersebut diterima pemerintah desa dari BPBD Surabaya untuk memastikan identitas RO.
Pada 2025 lalu, RO juga disebut sempat ditangani Dinas Sosial Surabaya.
Dari informasi yang diperoleh, terdapat indikasi kondisi psikologis RO kurang stabil.
RO diketahui masih memiliki keluarga. Ibunya berada di Bali, sementara kerabat lain berada di Surabaya.
Seperti diberitakan, RO ditemukan tewas di area parkiran lobi hotel di Jalan Basuki Rahmat, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Sabtu (2/5) malam.
RO diduga jatuh dari lantai 20 rooftop gedung.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto