Jawa Pos Radar Madiun – Minat warga Kabupaten Madiun bekerja ke luar negeri masih tinggi.
Hingga April 2026, tercatat 552 orang berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI).
Pemkab Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) pun menggenjot pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar lebih siap bersaing di pasar kerja global.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menyebut animo masyarakat masih tinggi setiap tahun.
“Animo masyarakat masih besar untuk bekerja ke luar negeri, sehingga perlu kami fasilitasi dengan pelatihan agar lebih siap,” ujarnya, kemarin (3/5).
Baca Juga: Ingin Kerja ke Malaysia, 16 Warga Desa Tahunan Pacitan Ajukan Jadi PMI
Data Disnakerin mencatat, sepanjang 2025 terdapat 1.731 warga Kabupaten Madiun yang berangkat ke luar negeri.
Sementara periode Januari–April 2026 sudah mencapai 552 orang.
Data tersebut dihimpun dari Siskop P2MI serta catatan keberangkatan di bandara.
Pemkab juga rutin mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia calon pekerja migran.
“Setiap tahun kami mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan SDM CPMI melalui pelatihan,” imbuhnya.
Baca Juga: Lapangan Kerja Sulit, 11 Ribu Warga Ponorogo Jadi Pekerja Migran
Salah satu pelatihan digelar di lembaga pelatihan kerja (LPK) Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan.
Program berlangsung sejak pertengahan April hingga akhir Mei.
Materi pelatihan meliputi keterampilan kerja, pembekalan bahasa, hingga etika kerja di luar negeri.
“Harapannya peserta benar-benar siap dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelas Arik.
Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menilai tingginya minat bekerja ke luar negeri tidak lepas dari keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri.
“Kami terus berupaya menarik investasi agar membuka lapangan kerja, tapi itu butuh proses,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan kompetensi menjadi kunci utama agar tenaga kerja asal daerah mampu bersaing.
Pelatihan dinilai penting untuk membekali keterampilan teknis sekaligus kemampuan bahasa.
“Yang penting mereka punya keahlian dan mampu memberikan pelayanan yang baik, insya Allah akan diterima dengan baik oleh majikan,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto