Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Madiun berlangsung semarak dan atraktif.
Upacara yang digelar di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, kemarin (4/5), tak hanya seremonial, tetapi juga menjadi panggung ekspresi kreativitas siswa dan guru.
Berbagai penampilan seni mewarnai kegiatan.
Mulai drumband kolosal bertema kehidupan ala Papua hingga atraksi pencak silat yang memukau tamu undangan.
Nuansa kebhinekaan terasa kuat dalam setiap sajian.
Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan penampilan drumband TK Kartika 821 Mejayan sebagai juara Lomba Drumband Bupati Cup 2026, disusul SDN Kaibon 3.
Baca Juga: Kekurangan 138 Tenaga Pendidik, Dindik Madiun Alihkan Guru TK ke SD
Panggung juga diisi aksi pencak silat tingkat SD serta penampilan Sanggar Krida Manggala.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menegaskan Hardiknas tahun ini dirancang sebagai ruang ekspresi bagi peserta didik sejak usia dini.
“Anak-anak sejak usia dini sudah kami fasilitasi untuk mengekspresikan bakatnya, itu yang benar pendidikan,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, momentum Hardiknas juga diisi penyerahan penghargaan oleh bupati bersama jajaran forkopimda.
Penghargaan diberikan kepada pemenang lomba kebersihan sekolah program SELAMAT ASRI, pencak silat, hingga inovasi pembelajaran untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Baca Juga: PMII Pacitan Demo, Desak Kesejahteraan Guru Madrasah Non-ASN
Menurut Agus, konsep Hardiknas tahun ini memang difokuskan pada pendidikan dasar.
Hal itu selaras dengan kewenangan pemerintah kabupaten yang menitikberatkan pada PAUD, SD, dan SMP.
“Kami tidak terlalu mengeksplor SMA/SMK, karena pondasi utama ada di PAUD, SD, dan SMP,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan berkualitas harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik, termasuk pengembangan bakat, minat, dan pembentukan karakter.
“Pendidikan itu harus berkualitas. Kita harus memfasilitasi bakat minat anak, termasuk budaya aman, sehat, resik, dan indah,” tegasnya.
Pemkab juga mengoptimalkan penganggaran untuk mendukung layanan pendidikan, termasuk penyediaan sarana prasarana dan ruang kreativitas bagi siswa.
“Anak harus jadi ‘pejuang’, mampu menghadapi tantangan hidup dan meraih cita-citanya,” pungkas Agus. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto