Jawa Pos Radar Madiun - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun merilis capaian kinerja Triwulan I 2026 (Januari–Maret).
Laporan ini menegaskan komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian di wilayah eks Keresidenan Madiun.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo, menyampaikan seluruh target kinerja pada triwulan pertama telah berjalan sesuai rencana strategis.
Fokus utama diarahkan pada digitalisasi layanan, kecepatan respons, serta penguatan integritas.
Pada sektor layanan paspor, tercatat sebanyak 4.123 permohonan telah dilayani sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Tingginya angka tersebut mencerminkan mobilitas masyarakat yang meningkat, baik untuk keperluan umrah, wisata, pekerjaan, maupun kunjungan keluarga.
Sementara itu, pada pelayanan warga negara asing (WNA), Imigrasi Madiun memproses 209 permohonan izin tinggal.
Layanan tersebut mencakup perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan hingga Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dengan prinsip cepat, transparan, dan akuntabel.
Dari sisi pengelolaan anggaran, realisasi hingga akhir Maret 2026 mencapai 31,02 persen dari total pagu.
Capaian ini menunjukkan efektivitas dan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan sesuai target yang telah ditetapkan.
Pada bidang informasi dan pengaduan, tercatat sebanyak 1.384 pertanyaan dan keluhan masyarakat berhasil ditangani.
Optimalisasi kanal komunikasi melalui media sosial, WhatsApp, hingga layanan helpdesk dinilai mampu mempercepat respons dan penyelesaian masalah.
Dalam fungsi pengawasan, Kantor Imigrasi Madiun telah melaksanakan 10 kegiatan operasi lapangan.
Langkah ini penting untuk memastikan keberadaan dan aktivitas WNA sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Komitmen terhadap integritas juga tercermin dari hasil survei internal.
Baca Juga: Klarifikasi Kemendikdasmen soal Isu Guru Non-ASN Dilarang Mengajar Mulai 2027
Nilai Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) mencapai 3,95 dari skala 4, menandakan layanan bebas dari praktik pungli dan gratifikasi.
Sementara itu, Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) meraih nilai 3,94 atau masuk kategori sangat baik (prima).
“Capaian ini bukan garis akhir. Kami akan terus melakukan evaluasi agar pelayanan keimigrasian semakin mudah diakses masyarakat, sekaligus menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan yang tegas namun humanis,” ujar Arief.
Ia menambahkan, pihaknya terus mengimplementasikan slogan “Imigrasi untuk Rakyat” sebagaimana ditekankan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dengan menghadirkan layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Memasuki Triwulan II 2026, Kantor Imigrasi Madiun berkomitmen meningkatkan inovasi layanan serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. (osi/*)
Editor : Mizan Ahsani