Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kejar Tayang! Bupati Madiun Instruksikan 221 Sekolah Sisa Segera Nikmati MBG

Loditya Fernandes • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:40 WIB
AKSELERASI GIZI: Bupati Madiun Hari Wuryanto saat meninjau kesiapan salah satu fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkab Madiun menargetkan 221 sekolah yang belum menerima program MBG dapat tuntas terlayani pada semester depan. (FOTO: JAWA POS RADAR CARUBAN)
AKSELERASI GIZI: Bupati Madiun Hari Wuryanto saat meninjau kesiapan salah satu fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkab Madiun menargetkan 221 sekolah yang belum menerima program MBG dapat tuntas terlayani pada semester depan. (FOTO: JAWA POS RADAR CARUBAN)

Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun terus dikebut.

Meski sudah menyasar ratusan lembaga pendidikan, ternyata distribusi "piring bergizi" ini belum merata 100 persen.

Berdasarkan data per 2 April lalu, masih ada 221 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP yang mengantre untuk merasakan manfaat program nasional tersebut.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa pemerataan adalah harga mati.

Ia tak ingin muncul kecemburuan antarwilayah maupun antarlembaga pendidikan.

Baca Juga: Menu MBG Terkontaminasi Kuman, Hasil Lab Kasus Keracunan SDN 01 Demangan Madiun

"Ini program yang harus dinikmati seluruh masyarakat secara adil. Jangan sampai ada (sekolah) yang sudah dapat, sementara yang lain masih melompong," ujar Hari tegas.

Secara presentase, jenjang SMP dan SD menunjukkan progres paling moncer, sementara TK/PAUD masih harus bekerja ekstra karena jumlah lembaganya yang cukup banyak.

"Secara keseluruhan progres ini luar biasa. Kami optimistis ini menjadi investasi kecerdasan anak-anak kita ke depan," imbuhnya.

Langkah percepatan kini dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk kemitraan dengan unsur TNI.

Fokus utama saat ini adalah merampungkan infrastruktur dapur dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Dari 34 Dapur MBG di Madiun, Baru 4 Kantongi Sertifikat Keselamatan

Menurut Hari, beberapa titik krusial seperti di wilayah Munggut dan Sawahan saat ini sudah memasuki tahap finishing.

Pemkab rutin menggelar rapat koordinasi bulanan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal ini dilakukan untuk memastikan kendala di lapangan segera terurai.

Ketimpangan penerimaan program dinilai berpotensi memicu persoalan sosial jika tidak segera diselesaikan.

"Karena ini program awal, pengawalannya harus ekstra sampai benar-benar tuntas merata ke seluruh pelosok desa," tandasnya.

Target besar dipasang. Dengan persiapan lahan dan koordinasi lintas sektor yang kian solid, Pemkab Madiun mematok target seluruh siswa di semua jenjang sudah bisa menikmati MBG pada semester mendatang.

"Mudah-mudahan semester depan sudah clear semua," pungkasnya. (odi/aan)

Potret Sebaran MBG di Kabupaten Madiun:

TK/PAUD: 525 Lembaga (76,5%) Terlayani | 160 Lembaga Belum.

SD: 351 Sekolah (86,7%) Terlayani | 54 Sekolah Belum.

SMP: 45 Sekolah (87,1%) Terlayani | 7 Sekolah Belum.

Editor : Hengky Ristanto
#Makan Bergizi Gratis #SPPG Madiun #pendidikan kabupaten madiun #MBG Kabupaten Madiun #hari wuryanto