Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Diduga Korsleting, Bengkel dan Toko Oli di Madiun Terbakar

Loditya Fernandes • Rabu, 6 Mei 2026 | 19:29 WIB
Petugas Damkar Kabupaten Madiun memadamkan kebakaran bengkel dan toko oli di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Rabu (6/5).
Petugas Damkar Kabupaten Madiun memadamkan kebakaran bengkel dan toko oli di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Rabu (6/5).

Jawa Pos Radar Madiun – Bengkel sekaligus toko oli milik Supriyanto di Desa Banaran RT 03/RW 01, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ludes terbakar, Rabu (6/5).

Api cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat bahan mudah terbakar seperti oli dan bensin.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kapolsek Geger, Dadang Arif Prianto, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik.

“Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik,” ujarnya.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.00. Seorang warga bernama Siti Darmani yang melintas di depan lokasi melihat kobaran api dari toko oli tersebut.

Siti kemudian bergegas memberi tahu pemilik toko, Supriyanto, yang saat itu berada di samping bangunan dan belum menyadari tokonya terbakar.

“Saksi kemudian memberitahukan kepada pemilik toko bahwa terjadi kebakaran di bagian depan bangunan,” terang Dadang.

Api dengan cepat merembet ke bagian depan rumah dan toko karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan.

Pemilik bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.

“Warga bersama tetangga sekitar berusaha memadamkan api sambil menghubungi perangkat desa dan Damkar,” imbuhnya.

Damkar Kabupaten Madiun menerima laporan sekitar pukul 13.17. Dua unit mobil pemadam dari Pos 3 Geger dan Pos 2 langsung diterjunkan ke lokasi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 setelah petugas melakukan pembasahan di seluruh titik kebakaran.

“Petugas memastikan api benar-benar padam agar tidak muncul titik api baru,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pemilik, sejak Selasa malam (5/5) aliran listrik di rumah tersebut memang kerap bermasalah.

Meteran listrik beberapa kali jeglek sebelum akhirnya kebakaran terjadi.

“Kondisi itu menguatkan dugaan awal korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran,” pungkas Dadang. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#bengkel terbakar #kebakaran madiun #geger madiun #damkar madiun #Korsleting Listrik