Jawa Pos Radar Madiun – Seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit setempat setelah mengalami gangguan kesehatan setibanya di Madinah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, mengatakan secara umum kondisi jemaah lain dalam keadaan sehat dan tetap menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
“Hanya satu jemaah yang masih mendapat penanganan medis di rumah sakit Arab Saudi,” ujarnya, Jumat (8/5).
Menurut Bisri, jemaah perempuan berusia sekitar 40 tahun tersebut awalnya dalam kondisi sehat saat keberangkatan dari Indonesia.
Namun, diduga mengalami gangguan kesehatan akibat faktor cuaca dan proses adaptasi lingkungan di Arab Saudi.
“Apa sakitnya ya, pneumonia atau apa itu,” imbuhnya.
Sementara itu, jemaah haji lainnya saat ini tengah bersiap bergerak dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari haji tamattu.
“Hari ini sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib,” katanya.
Bisri menjelaskan, kondisi cuaca di Arab Saudi mulai memasuki suhu panas ekstrem.
Karena itu, seluruh jemaah diminta disiplin menjaga kesehatan selama menjalankan aktivitas ibadah di luar ruangan.
“Kalau keluar hotel atau berada di tempat terbuka harus hati-hati karena panasnya luar biasa,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau jemaah rutin minum air meski sedikit demi sedikit dan menggunakan perlengkapan pelindung diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Perlengkapan yang dianjurkan antara lain masker, payung, hingga semprotan air guna menjaga kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca panas.
“APD seperti masker dan payung harus disiplin dipakai. Itu penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan,” tegas Bisri. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto