Jawa Pos Radar Madiun – Kasus pencurian pelat tembaga dan accu gardu listrik yang dilakukan mantan tenaga outsourcing PLN ternyata berdampak luas terhadap pelayanan pelanggan.
Selain merugikan material hingga Rp 179,25 juta, aksi pelaku juga menyebabkan gangguan distribusi listrik di sejumlah wilayah.
Manager PLN UP3 Madiun Purwanto mengatakan, komponen yang dicuri merupakan bagian vital gardu distribusi listrik.
Karena itu, saat material hilang, pasokan listrik ke pelanggan langsung terganggu.
“Yang paling terasa sebenarnya di sisi pelayanan. Ketika material itu diambil, listrik pelanggan langsung padam,” ujarnya, kemarin (8/5).
Purwanto menjelaskan, pelat tembaga dan kabel penghubung di gardu berfungsi menurunkan tegangan listrik dari 20 kiloVolt menjadi 400 Volt sebelum disalurkan ke rumah pelanggan.
Saat komponen tersebut dicuri, sistem distribusi tidak dapat bekerja normal.
“Kalau itu hilang, aliran listrik tidak bisa berjalan normal karena fungsi pembagi tegangannya terganggu,” katanya.
Menariknya, mayoritas kasus pencurian justru pertama kali diketahui dari laporan masyarakat melalui PLN Mobile.
Warga melaporkan listrik padam, lalu petugas melakukan pengecekan ke gardu dan menemukan adanya komponen yang hilang.
“Biasanya pelanggan langsung melapor karena listrik mati. Dari situ petugas kami cek ke lokasi dan diketahui ada material yang dicuri,” terangnya.
Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku melakukan aksi di sedikitnya 28 titik.
Rinciannya 24 lokasi di wilayah hukum Polres Madiun, satu titik di Bojonegoro, dan tiga titik di Ponorogo.
Di wilayah Kabupaten Madiun, titik pencurian tersebar di Kecamatan Balerejo, Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, Mejayan, hingga Kecamatan Madiun dengan total kerugian material mencapai Rp 179,25 juta.
Purwanto menyebut pelaku memiliki kemampuan teknis karena merupakan mantan tenaga pelayanan teknis PLN.
Pelaku memahami gardu mana yang menyimpan pelat tembaga dan accu bernilai jual tinggi.
“Untuk menangani perangkat seperti itu sebenarnya harus punya sertifikat kompetensi. Jadi memang perlu keahlian khusus,” ungkapnya.
Ke depan, PLN bakal memperketat pengawasan gardu listrik, terutama di lokasi sepi dan jauh dari permukiman warga.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pemasangan CCTV di titik rawan pencurian.
PLN juga meminta masyarakat ikut mengawasi aktivitas mencurigakan di sekitar gardu listrik dan segera melapor apabila menemukan indikasi gangguan. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto