Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

214 Buruh Pabrik Rokok di Madiun Terima BLT Rp 1 Juta dari Pemprov Jatim

Loditya Fernandes • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:45 WIB
Ratusan buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun antre menerima bantuan langsung tunai DBHCHT dari Pemprov Jawa Timur. LODITYA FERNANDES/JAWA POS RADAR MADIUN
Ratusan buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun antre menerima bantuan langsung tunai DBHCHT dari Pemprov Jawa Timur. LODITYA FERNANDES/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 214 buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun menerima bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemprov Jawa Timur, Jumat (8/5).

Penyaluran bantuan digelar di PT Digdaya Mulia Abadi, Kelurahan Nglames. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 1 juta.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan bantuan tersebut sengaja dipercepat penyalurannya setelah Hari Raya Idulfitri.

“Biasanya bantuan ini tersalur pada tahun ajaran baru, pada saat ibu-ibu memerlukan bantuan untuk pendidikan anak-anaknya sekolah. Tapi waktu hari raya kemarin, Ibu Gubernur memerintahkan segera disalurkan setelah hari raya,” ujarnya.

Menurut Restu, program BLT DBHCHT buruh pabrik rokok lintas wilayah tahun ini menjangkau 25 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Total penerima bantuan mencapai 10.324 orang dengan total anggaran Rp 10,324 miliar.

“Untuk Jatim ada 25 kabupaten/kota yang menerima atau menjadi tempat penyaluran bantuan langsung tunai buruh pabrik rokok antar wilayah. Seluruhnya se-Jatim alokasinya 10.324 orang,” katanya.

Pemprov berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan rumah tangga pekerja pabrik rokok, termasuk biaya pendidikan anak.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan ibu-ibu semua tetap sehat, semangat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Sudjiono, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jatim kepada masyarakat Kabupaten Madiun.

“Alhamdulillah setelah bantuan alsintan untuk kelompok tani, masih ada lagi bantuan dari Pemprov Jatim. Jadi luar biasa perhatian pemprov kepada Kabupaten Madiun,” tuturnya.

Sudjiono menjelaskan DBHCHT merupakan dana khusus yang penggunaannya diatur pemerintah pusat untuk sektor kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan penegakan hukum.

“BLT ini bagian dari kesejahteraan masyarakat. Memang arahnya pada pekerja di pabrik rokok karena sumbernya dari DBHCHT,” jelasnya.

Dia menyebut di PT DMA terdapat sekitar 960 pekerja dan hampir separuhnya telah menerima bantuan tersebut.

“Gunakan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, biaya sekolah anak, atau kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan ke depan masih ada lagi,” tambahnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#BLT buruh #Kabupaten Madiun #buruh pabrik rokok #DBHCHT #pemprov jatim