Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus TBC Kabupaten Madiun Masih Zona Merah, Baru 360 Kasus Ditemukan

Loditya Fernandes • Selasa, 12 Mei 2026 | 03:30 WIB
Pemkab Madiun mempercepat penanganan TBC setelah capaian penemuan kasus masih masuk kategori zona merah. LODITYA FERNANDES/JAWA POS RADAR MADIUN
Pemkab Madiun mempercepat penanganan TBC setelah capaian penemuan kasus masih masuk kategori zona merah. LODITYA FERNANDES/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Madiun masih jauh dari target.

Hingga Mei ini, temuan kasus TBC masih masuk kategori zona merah.

Dari target 1.892 kasus dalam setahun, baru sekitar 360 kasus yang berhasil ditemukan.

Rendahnya capaian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit di Mercure Madiun, kemarin (11/5).

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan percepatan penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta ikut bergerak melakukan pelacakan dan penanganan.

“‘Kalau hanya Dinas Kesehatan kita masih kurang. Jadi harus berkolaborasi dengan OPD lain supaya lebih mudah menjaring masyarakat,’’ ujarnya.

Mas Hari Wur –sapaan akrab bupati– mengatakan penanganan TBC menjadi bagian dari target besar daerah mewujudkan visi “Bersih, Sehat, dan Sejahtera”.

Selain itu, pemerintah pusat juga menargetkan eliminasi TBC pada 2030.

Karena itu, langkah penanganan diminta tidak menunggu lebih lama.

Terutama pelacakan kontak erat pasien agar penyebaran penyakit tidak semakin luas.

“‘Kalau tidak segera dilakukan tracking, nanti tambah banyak,’’ tegasnya.

Pemkab juga mulai menyiapkan dukungan fasilitas untuk mempercepat deteksi dini.

Salah satunya melalui pengadaan layanan mobil rontgen keliling.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Madiun Heri Setyana mengakui capaian penemuan kasus TBC masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Meski begitu, dia mengklaim ada peningkatan dibanding sebelumnya.

Jika dulu Kabupaten Madiun berada di posisi terbawah di Jawa Timur, kini naik menjadi peringkat ke-11 dari bawah.

“‘Kalau kemarin masih terendah, sekarang sudah posisi 11 dari bawah, artinya ada peningkatan capaian,’’ katanya.

Menurut Heri, percepatan penanganan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD.

Termasuk perbaikan rumah tidak layak huni milik pasien TBC yang dinilai berpengaruh terhadap penyebaran penyakit.

“‘Kalau ditemukan sebanyak-banyaknya, diobati sampai sembuh, maka target 2030 bisa tercapai,’’ tandasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#zero TBC 2030 #tuberkulosis #tbc #Dinkes Kabupaten Madiun #Kabupaten Madiun