Jawa Pos Radar Madiun – Kematian dokter internship di Cianjur yang diduga akibat campak disertai komplikasi pneumonia mulai memicu kewaspadaan daerah.
Di Kabupaten Madiun, vaksinasi campak kini diprioritaskan untuk dokter internship.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan dari pemerintah pusat menyusul munculnya kasus kematian tenaga kesehatan akibat campak.
“‘Sementara prioritas untuk dokter internship. Karena programnya dari pusat memang seperti itu,’’ ujar Kepala Dinkes Kabupaten Madiun, Heri Setyana, kemarin (11/5).
Vaksinasi dilakukan serentak sekitar sebulan lalu. Total sekitar 24 dokter internship telah menerima suntikan vaksin campak.
Pelaksanaannya dilakukan dengan mendatangi langsung rumah sakit dan puskesmas wahana tempat dokter internship bertugas.
Lokasinya tersebar di enam titik. Tiga di wilayah utara meliputi RSUD Caruban, Puskesmas Mejayan, dan Puskesmas Saradan.
Sedangkan wilayah selatan berada di RSUD Dolopo, Puskesmas Dagangan, dan Puskesmas Mlilir.
“‘Serentak. Sekitar 24-an dokter internship sudah divaksin,’’ katanya.
Menurut Heri, kebijakan vaksinasi diambil setelah kasus kematian dokter internship di Cianjur menjadi perhatian nasional.
Meski demikian, perluasan vaksinasi untuk tenaga kesehatan lain masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“‘Karena ada kasus itu. Ada kasus yang meninggal karena campak. Kami menunggu petunjuk dari kementerian,’’ jelasnya. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto