Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan anggaran dan sarana pendidikan diminta tidak menjadi alasan turunnya kualitas pembelajaran di sekolah.
Sekda Madiun Sigit Budiarto meminta para guru terus berinovasi meski di tengah tekanan fiskal daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sekda saat pembinaan 470 guru ASN SD dan SMP yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, kemarin (12/5).
“Inovasi harus menjadi kata kunci dalam mencapai kemajuan,” tegas Sigit.
Menurut dia, keterbatasan justru harus menjadi pemicu lahirnya kreativitas dan berbagai terobosan baru di dunia pendidikan.
Karena itu, guru diminta tidak berlindung di balik alasan minim fasilitas maupun keterbatasan anggaran daerah.
“Keterbatasan justru menjadi trigger bagi tumbuhnya kreativitas,” katanya.
Sigit menilai sekolah tetap harus mampu melahirkan siswa berprestasi meski dengan kondisi sarana yang terbatas.
Sementara itu, Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Agus Sucipto mengatakan, pembinaan tersebut difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik.
Materi yang diberikan meliputi regulasi, etika birokrasi, hingga penguatan peran ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Pelayanan kepada masyarakat itu berangkatnya dari peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Agus menegaskan, guru tidak hanya bertugas menjalankan administrasi pendidikan.
Tenaga pendidik juga harus mampu memahami kebutuhan masyarakat di lingkungan sekolah masing-masing.
“Kami kembalikan lagi rohnya sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto