Jawa Pos Radar Madiun – Program digitalisasi pendidikan di Kabupaten Madiun terus diperluas.
Setelah SD dan SMP menerima bantuan smart monitor Interactive Flat Panel (IFP), kini giliran lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mulai diusulkan memperoleh bantuan serupa.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Rony Kurniawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian program digitalisasi pembelajaran dari pemerintah pusat.
“Kalau untuk SD dan SMP kemarin sudah menerima semua, tinggal PAUD yang sekarang kami dorong,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Menurut Rony, proses saat ini masih berada pada tahap pengusulan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masing-masing lembaga PAUD.
Selanjutnya, usulan diverifikasi dinas sebelum diteruskan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain administrasi, kesiapan infrastruktur menjadi syarat utama penerima bantuan.
Mulai ketersediaan listrik, akses internet, hingga tempat penyimpanan perangkat IFP.
Saat ini sekitar 56 lembaga PAUD di Kabupaten Madiun telah mengajukan bantuan tersebut.
Namun seluruh pengajuan masih harus melalui tahap verifikasi kesiapan.
“Kami dorong PAUD menyiapkan infrastruktur karena itu menjadi syarat penting,” katanya.
Terkait distribusi bantuan, pemkab masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Penyaluran disebut bergantung pada mekanisme dan kesiapan anggaran nasional.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa turun,” tandas Rony. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto