Jawa Pos Radar Madiun – Program swasembada pangan mulai menunjukkan hasil.
Kelompok tani binaan Polres Madiun mencatat produksi jagung mencapai 5.788,84 ton pada kuartal I 2026.
Panen raya jagung serentak kuartal II kembali digelar di Desa Banjarejo, Kecamatan Dagangan, 16 Mei lalu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang digenjot pemerintah pusat.
Kapolres Madiun Kemas Indra Natanegara mengatakan, pada kuartal I luas tanam jagung kelompok tani binaan Polres Madiun mencapai 1.447,21 hektare.
Seluruh lahan telah dipanen dengan serapan hasil produksi dinilai optimal.
“Kegiatan ini bentuk dukungan kami terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujarnya.
Sementara itu, pada kuartal II luas tanam jagung tercatat 527,98 hektare.
Produksi diperkirakan mencapai 2.111,92 ton dengan estimasi serapan hasil panen mencapai angka yang sama.
Menurut Kemas, dukungan terhadap petani terus dilakukan melalui pendampingan lapangan dan koordinasi lintas sektor.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Kami berharap kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, dan petani terus terjalin demi mendukung swasembada pangan,” jelasnya.
Panen raya tersebut diikuti Forkopimcam Dagangan, petani, dan instansi terkait.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan Zoom Meeting bersama Prabowo Subianto yang diikuti sejumlah daerah di Indonesia. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto