Jawa Pos Radar Madiun – Peternak sapi dan kambing di wilayah Kabupaten Madiun mulai ketiban rezeki menjelang Hari Raya Idul Adha.
Permintaan hewan kurban, khususnya sapi, mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Permintaan mulai ramai mendekati Idul Adha dan sebagian besar pemesan berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Madiun,” ujar Samirin, peternak asal Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Selasa (19/5).
Menurut Samirin, penjualan sapi kurban tahun ini diprediksi mampu melampaui capaian tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya menyediakan sekitar 180 ekor sapi kurban.
Ratusan ternak tersebut terdiri atas berbagai jenis.
Mulai brahman, peranakan ongole (PO), limosin, hingga sapi lokal.
“Hingga Senin pagi, jumlah sapi yang sudah terpesan mencapai sekitar 90 ekor,” katanya.
Dia memperkirakan jumlah pesanan akan terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.
Sementara itu, bobot sapi kurban yang disediakan bervariasi mulai tiga kuintal hingga enam setengah kuintal.
Harga jualnya berkisar Rp 23 juta hingga Rp 35 juta per ekor tergantung ukuran dan berat sapi.
“Paling banyak dipesan sapi dengan harga Rp 24 juta hingga Rp 25 juta,” ujarnya.
Untuk menjaga kondisi kesehatan ternak, Samirin mengaku rutin memberikan jamu herbal kepada sapi peliharaannya.
Langkah tersebut dilakukan agar ternak tetap fit dan terhindar dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Untuk menjaga kondisi dan kesehatan ternak, kami memberikan jamu herbal agar sapi tetap fit dan terhindar dari PMK,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto