Jawa Pos Radar Madiun – Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Madiun dipastikan aman menjelang Idul Adha tahun ini.
Populasi sapi, kambing, hingga domba disebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun bahkan mencatat kondisi ternak kurban saat ini dalam posisi surplus.
Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Harris Imballo R. Siregar mengatakan berdasarkan neraca potensi ketersediaan dan kebutuhan ternak, stok hewan kurban tahun ini masih melimpah.
“Jumlah populasi hewan ternak dengan kebutuhan daging kurban tahun ini lebih banyak atau melimpah,” ujarnya, Jumat (22/5).
Menurut dia, populasi sapi jantan di Kabupaten Madiun saat ini mencapai 3.134 ekor. Sementara populasi kambing tercatat sebanyak 82.942 ekor.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen atau 24.882 ekor merupakan kambing jantan yang siap dijadikan hewan kurban.
Selain itu, populasi domba di Kabupaten Madiun juga mencapai 9.442 ekor. Sekitar 2.832 ekor di antaranya merupakan domba jantan.
DKPP memperkirakan kebutuhan daging kurban masyarakat tahun ini sekitar 450 ton atau setara 2.250 ekor sapi.
Harris menjelaskan, populasi kambing dan domba saat ini memang lebih mendominasi dibanding sapi.
Salah satu penyebabnya karena minat masyarakat mulai bergeser memilih kambing atau domba sebagai hewan kurban.
Selain lebih praktis, harga kambing dan domba dinilai lebih terjangkau dibanding sapi.
“Apalagi harga kambing dan domba sejak Juni tahun lalu relatif lebih murah,” katanya.
Meski stok dipastikan aman, DKPP meminta masyarakat tetap teliti saat membeli hewan kurban.
Warga diimbau membeli hewan di lapak resmi yang telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan dari dinas atau otoritas veteriner.
Selain itu, kondisi hewan juga harus dipastikan sehat dan memenuhi syarat umur untuk kurban.
“Sebelum membeli dipastikan dulu kondisi hewannya sehat, tidak pincang, tidak mengeluarkan air liur berlebih, serta usianya cukup atau sudah poel,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto