Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur resmi meluncurkan program ketahanan pangan terpadu yang diberi nama "SI MIDUN TAMPAN" (Taman Ketahanan Pangan Imigrasi Madiun).
Peresmian inovasi ini dipusatkan di area Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun pada Senin (18/5) lalu.
Kehadiran program ini merupakan wujud nyata dukungan jajaran Imigrasi terhadap visi pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden RI.
Fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan, kemandirian, dan pembangunan berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan instansi pemerintah.
Kedatangan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono beserta jajaran disambut oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Madiun Arief Adi Prayogo didampingi pejabat dan petugas Kanim Madiun.
Dalam sambutannya, Novianto memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dieksekusi oleh Kanim Madiun.
“Saya sangat mengapresiasi terobosan luar biasa ini. Di tengah keterbatasan lahan, kecerdikan dan kejelian Pak Kakanim mampu mewujudkan Taman Ketahanan Pangan yang produktif," ujar Novianto.
"Selamat dan sukses untuk Pak Kakanim. Ini sangat membanggakan, karena pemanfaatan area halaman kantor dilakukan optimal dan dikelola langsung oleh internal rekan-rekan Imigrasi tanpa perlu cari lahan lain,” imbuhnya.
Sulap Lahan Kosong Jadi Lahan Agrobisnis
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kakanwil Imigrasi Jatim, yang menandai beroperasinya SI MIDUN TAMPAN secara resmi.
Usai prosesi tersebut, rombongan langsung meninjau area guna melihat dari dekat sistem pengelolaan taman pangan terpadu itu.
Di area taman ini, Kanim Madiun sukses menyulap lahan kosong yang ada menjadi lahan produktif.
Terdapat berbagai komoditas pangan harian yang dibudidayakan, antara lain Pepaya California, cabai keriting dan cabai rawit lokal, cabai rawit orion, serta terong hijau dan terong ungu.
Tidak sekadar berfokus pada sektor pertanian modern, taman ini juga mengintegrasikan sektor perikanan melalui fasilitas budidaya ikan lele dan ikan gurami.
Sebagai penutup rangkaian acara, Kakanwil didampingi Kakanim Madiun melakukan penebaran bibit ikan lele ke dalam kolam.
Momen ini menjadi simbol komitmen keberlanjutan program ketahanan pangan di lingkungan keimigrasian Jawa Timur. (osi/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani