Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun mulai menyiapkan konsep penghijauan di kawasan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun di Kelurahan Nglames.
Tiga jenis tanaman dipilih menjadi ikon kawasan pendidikan tersebut. Yakni mangga, alpukat, dan pule.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan pemilihan jenis tanaman tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu.
“Ada arahan dari Ibu Wamen terkait percepatan sekaligus penghijauan yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Madiun,” ujarnya, Sabtu (23/5).
Menurut Purnomo, penghijauan di kawasan sekolah tidak sekadar mempercantik lingkungan.
Namun juga harus memiliki fungsi ekologis sekaligus memberi nilai manfaat bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, pemkab memilih tanaman produktif seperti mangga dan alpukat yang dinilai cocok dengan kondisi geografis Kabupaten Madiun.
Selain mendukung penghijauan, tanaman buah tersebut juga sejalan dengan program daerah “satu rumah satu pohon produktif”.
“Prinsipnya ada tiga, yaitu teduh, indah, dan produktif,” katanya.
Selain tanaman buah, pohon pule juga akan ditanam sebagai peneduh kawasan Sekolah Rakyat.
Keberadaan pohon tersebut diharapkan memperkuat fungsi ruang terbuka hijau sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih sejuk dan nyaman.
Pemkab berharap pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada percepatan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan kawasan pendidikan yang ramah lingkungan dan memiliki karakter lokal yang kuat.
“Diharapkan pembangunan SR tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga menghadirkan kawasan pendidikan yang ramah lingkungan dan berkarakter lokal,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto