Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun dipastikan bakal memiliki Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Rudi Saladin turun langsung mengecek kesiapan lahan calon markas di perbatasan Desa Kebonagung dan Wonorejo, Kecamatan Mejayan, kemarin.
Calon markas Yonif TP tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 50 hektare milik Perhutani.
Dalam peninjauan itu, Pangdam didampingi Bupati Madiun Hari Wuryanto serta jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun.
Mayjen TNI Rudi Saladin mengatakan keberadaan Yonif TP diyakini memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat sekitar.
Menurut dia, perputaran uang dari kebutuhan operasional dan belanja ratusan personel bakal menggerakkan ekonomi desa.
“Kalau Rp 5 juta gaji bulanan dikali 600 personel, berarti ada sekitar Rp 3 miliar yang berputar langsung di daerah ini setiap bulan,” ujarnya, Senin (25/5).
Selain itu, pembangunan markas juga membuka lapangan kerja baru melalui sistem padat karya.
“Untuk tahap awal konstruksi sekitar 40 sampai 60 tenaga kerja diambil dari warga lokal,” katanya.
Yonif TP nantinya tidak hanya berfungsi sebagai satuan tempur, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional.
Satuan tersebut disebut akan memiliki sejumlah kompi dengan spesialisasi nonmiliter seperti peternakan hingga konstruksi.
Sementara itu, Dandim 0803/Madiun I Nyoman Adhi Saputra menjelaskan pihaknya telah memaparkan kesiapan lahan dari berbagai aspek mulai pertahanan, administrasi, geografis, sosial, hingga dampak ekonomi.
“Kami terus mematangkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Editor : Hengky Ristanto