Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kisah Sukses Eko Maeran: Bangkit dari Penipuan, Kini Berjaya Bisnis Hasil Bumi Berkat KUR BRI Madiun

Arif Santosa • Kamis, 28 Mei 2026 | 14:21 WIB
Eko Maeran, nasabah binaan BRI Branch Office Madiun, sukses merintis usaha dagang hasil bumi mulai 2020 dengan modal usaha mulai Rp 10 juta.
Eko Maeran, nasabah binaan BRI Branch Office Madiun, sukses merintis usaha dagang hasil bumi mulai 2020 dengan modal usaha mulai Rp 10 juta.

Jawa Pos Radar Madiun - Kegigihan dan pantang menyerah adalah kunci utama dalam membangun sebuah usaha. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Eko Maeran, seorang warga Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

Pria yang akrab disapa Pak Eko ini sukses mengubah jalan hidupnya dari seorang pekerja toko menjadi pengusaha perdagangan hasil bumi yang terbilang sukses di wilayahnya berkat dukungan permodalan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia bisnis, Eko menghabiskan waktunya sebagai karyawan di sebuah toko bangunan sejak tahun 2018. Di sela-sela pekerjaannya, ia tetap merawat lahan pertanian berupa sawah dan tanah tegal miliknya.

Menginjak tahun 2020, ia akhirnya mengambil keputusan berani untuk fokus sepenuhnya menjadi pedagang hasil bumi, dengan komoditas andalan seperti porang, jagung, kunyit, hingga kakao atau cokelat.

Namun, perjalanan merintis usaha tersebut tidaklah mulus.

Badai finansial sempat menghantam perekonomian keluarganya ketika sang istri menjadi korban penipuan yang mengakibatkan kerugian uang dalam jumlah yang cukup besar. Beruntung, kondisi pahit tersebut tidak membuat Eko dan istrinya patah semangat. 

Mereka justru semakin kompak bekerja sama dan memantapkan langkah untuk terus menjalani usaha dagangnya.

Ujian kembali datang ketika skala usahanya mulai menanjak. Keputusannya mengalokasikan dana untuk membeli sebuah mobil pikap guna memperlancar operasional angkutan barang dagangan justru membuatnya mengalami krisis modal kerja.

Kondisi tersebut sempat membuatnya kebingungan dalam menentukan langkah bisnis selanjutnya, meski semangatnya untuk terus berkembang tak pernah padam.

“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan. Pada 2021 saya memutuskan untuk mulai mencoba mengajukan kredit untuk modal usaha di BRI Unit Gemarang,” ujarnya saat menceritakan perjalanan usahanya pada Jumat (15/5).

Titik Balik Ekspansi Bisnis Bersama KUR BRI

Keputusan untuk mengetuk pintu bank tersebut rupanya menjadi titik balik yang sangat vital dalam perjalanan bisnis Eko. Atas saran dari rekan-rekannya sesama pelaku usaha, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BRI.

Pengajuan tersebut disambut sangat baik oleh pihak bank, di mana ia mendapatkan suntikan pembiayaan awal sebesar Rp10 juta.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya perputaran barang dagangan, Eko terus membangun rekam jejak kredit yang positif. Kepercayaan pihak bank pun semakin meningkat sehingga total plafon pinjaman yang kini ia manfaatkan telah mencapai puluhan juta rupiah.

“Dulu awal mulai saya ambil kredit Rp10 juta, sekarang sudah berkembang hingga Rp80 juta,” katanya dengan nada bangga.

Berkat tambahan modal cair tersebut, usahanya kini semakin melesat maju.

Ekspansi rute perdagangannya yang semula hanya berkutat di sekitaran domisili Desa Batok, kini perlahan tapi pasti mulai merambah secara agresif ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Gemarang, bahkan sukses menembus pasar di wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Peran BRI dalam Mengedukasi dan Menggerakkan Ekonomi Desa

Dukungan perbankan di desa tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh Eko seorang. Kepala BRI Unit Gemarang, Bayu Adi Kusuma, menyampaikan fakta menarik bahwa sekitar 70 persen penduduk di Desa Batok saat ini telah menjadi nasabah aktif BRI dan memanfaatkan program KUR sebagai bantalan tambahan modal usaha mereka.

Baca Juga: Tok! Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik 1 Bulan, Ini Alasannya

Bayu menegaskan bahwa BRI tidak hadir sekadar sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk mendampingi serta mengedukasi nasabah secara literasi keuangan.

Salah satu fokus utamanya adalah memasyarakatkan penggunaan layanan digital perbankan modern seperti aplikasi BRImo dan sistem pembayaran QRIS kepada masyarakat desa.

“Kami terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang, termasuk melalui kemudahan transaksi digital,” ujarnya.

Melalui model bisnis yang berbasis pada kemitraan erat ini, BRI turut mendorong terciptanya sebuah ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di kawasan pedesaan.

Masyarakat diajak untuk tidak sekadar menjadi pengguna layanan perbankan konvensional, tetapi diangkat menjadi bagian integral dari rantai ekonomi digital yang mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung bagi lingkungan sekitarnya.

Pada kesempatan terpisah, Branch Office Head BRI BO Madiun, Rizki Akbar Trilaksono, menambahkan bahwa jajarannya akan terus memperkuat perannya sebagai kepanjangan tangan pemerintah.

BRI BO Madiun berkomitmen penuh dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat.

“Kisah Inspiratif Pak Eko Maeran ini menunjukkan dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tegas Rizky Akbar Trilaksono menutup penjelasannya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#pinjaman #KUR BRI #usaha #madiun #bri