Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Usai Iduladha, Jasa Giling Daging di Madiun Kebanjiran Order

Dian Rahayu • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:00 WIB
Pelaku usaha penggilingan daging di Kabupaten Madiun mulai kebanjiran pelanggan yang mengolah daging kurban menjadi berbagai produk makanan. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN
Pelaku usaha penggilingan daging di Kabupaten Madiun mulai kebanjiran pelanggan yang mengolah daging kurban menjadi berbagai produk makanan. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Momentum Iduladha membawa berkah bagi pelaku usaha jasa penggilingan daging di Kabupaten Madiun.

Sejak hari-hari setelah penyembelihan hewan kurban, permintaan jasa pengolahan daging mulai meningkat tajam.

Salah seorang pemilik usaha penggilingan daging di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Mardianto, mengatakan banyak warga memilih menggiling daging kurban yang diterima agar lebih praktis diolah menjadi berbagai produk makanan.

“Setelah lebaran, banyak yang datang untuk menggilingkan dagingnya,” ujarnya kemarin (28/5).

Menurut Mardianto, lonjakan pelanggan biasanya mencapai puncaknya pada H+4 hingga H+5 Iduladha.

Sebab, sebagian masyarakat masih melakukan penyembelihan hewan kurban pada hari-hari tasyrik.

“Kalau sekarang sudah ada yang menggilingkan daging, tapi biasanya ramainya nanti akhir pekan,” katanya.

Mayoritas pelanggan membawa daging sapi untuk diolah menjadi bakso, rolade, bistik, hingga dimsum.

Selain jasa penggilingan, usahanya juga menyediakan berbagai bumbu dan bahan pelengkap sehingga pelanggan hanya perlu membawa daging dari rumah.

“Pelanggan cukup bawa daging saja dari rumah, bumbu dan bahan lainnya sudah tersedia di sini,” imbuhnya.

Pada musim kurban tahun ini, permintaan jasa penggilingan meningkat sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

Tarif jasa penggilingan juga mengalami penyesuaian. Jika pada hari biasa dikenakan Rp 3 ribu per kilogram, selama momentum Iduladha tarif menjadi Rp 4 ribu per kilogram.

“Rata-rata yang digiling di sini daging sapi. Jumlahnya bervariasi, mulai dua kilogram, lima kilogram, bahkan lebih,” jelas Mardianto.

Salah seorang pelanggan, Hamida Nasuha, mengaku rutin memanfaatkan jasa penggilingan daging setiap tahun setelah menerima pembagian daging kurban.

“Ini tadi dua kilogram daging mau dibuat bakso dan dimsum. Sudah termasuk bumbu, habis sekitar Rp 35 ribu,” katanya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#iduladha 2026 #penggilingan daging #bakso daging #Kabupaten Madiun #daging kurban