Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tradisi Memetri Desa Sirapan Madiun, Warga Kirab 18 Gunungan

Dian Rahayu • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:30 WIB
Warga Desa Sirapan antusias mengikuti kirab gunungan hasil bumi dalam tradisi memetri bumi yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-199 desa setempat. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN
Warga Desa Sirapan antusias mengikuti kirab gunungan hasil bumi dalam tradisi memetri bumi yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-199 desa setempat. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi memetri bumi kembali menjadi magnet masyarakat Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Minggu (31/5).

Ritual budaya yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-199 Desa Sirapan itu berlangsung meriah dan dipadati warga yang ingin menyaksikan kirab gunungan hasil bumi.

Sebanyak 18 gunungan berisi hasil pertanian dan aneka jajan pasar dari 18 RT dikirab mengelilingi desa menuju Punden Lancur Sari yang dipercaya sebagai tempat cikal bakal berdirinya Desa Sirapan.

Setelah melalui prosesi doa bersama yang dipimpin sesepuh desa, gunungan tersebut langsung diperebutkan warga yang meyakini hasil bumi dari tradisi tersebut membawa berkah.

"Semoga mendapat berkahnya," ujar Janem, salah seorang warga yang ikut berebut isi gunungan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sirapan Dyah Ayu Purnamasari mengatakan, tradisi memetri bumi merupakan warisan budaya leluhur yang terus dilestarikan masyarakat hingga saat ini.

Menurut dia, kirab gunungan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi desa.

Namun, juga bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh masyarakat selama setahun terakhir.

"Ini bagian dari memetri bumi dan ungkapan syukur agar hasil bumi tetap melimpah serta masyarakat diberi keselamatan," katanya.

Dyah menjelaskan, dalam prosesi tersebut terdapat dua gunungan utama yang menjadi simbol penting dalam ritual adat, yakni Buceng Lancur Sari dan Palawija Mancawarna.

Selain sebagai ungkapan syukur, ritual yang dipusatkan di punden desa itu juga dimaknai sebagai doa bersama untuk memohon keselamatan serta menolak berbagai marabahaya yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Memetri Bumi #Kirab gunungan #budaya jawa #madiun #Desa Sirapan