Jawa Pos Radar Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Pemkab Madiun juga ingin program prioritas nasional tersebut menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pemanfaatan produk-produk lokal.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu membangun kolaborasi dengan pelaku usaha lokal agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Salah satunya memakai produk air mineral dari PDAM Yo Iki. Ini juga salah satu bentuk kolaborasi sinergi antarinstansi," ujarnya, Senin (1/6).
Menurut bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu, keterlibatan produk lokal dalam rantai pasok MBG akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Tidak hanya mendukung keberlangsungan program, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan badan usaha milik daerah.
Dia menambahkan, keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam menyukseskan program nasional pemenuhan gizi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, seluruh proses pelayanan harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak harus sehat agar mampu mencapai cita-cita mereka. Layanan SPPG harus sesuai SOP Badan Gizi Nasional," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo mengungkapkan, pelaksanaan MBG di Kabupaten Madiun terus berkembang.
Saat ini terdapat 55 SPPG aktif yang melayani sekitar 142.638 penerima manfaat.
Selain itu, satu SPPG masih dalam tahap persiapan operasional dan enam unit SPPG milik pemerintah daerah tengah dibangun untuk memperluas jangkauan layanan.
"Jumlah penerima manfaat terus bertambah seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi," ujarnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto