Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkab Madiun Integrasikan MBG dan KMP, Desa Jadi Pemasok Dapur Gizi

Dian Rahayu • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi produksi MBG di dapur SPPG.
SINERGI PROGRAM: Bupati Madiun Hari Wuryanto menyiapkan integrasi Program Makan Bergizi Gratis dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat rantai pasok pangan berbasis desa.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun mulai merancang kolaborasi dua program prioritas pemerintah pusat, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan bahan pangan dapur MBG dapat dipenuhi langsung dari desa-desa di Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, integrasi kedua program akan dilakukan setelah seluruh KDKMP terbentuk dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan penuh.

“Setelah KDKMP selesai semua dan SPPG berjalan, akan kami komunikasikan agar ada integrasi sehingga rantai pasok tidak terputus,” ujarnya.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu, pola kerja sama yang disiapkan memungkinkan satu dapur MBG memperoleh pasokan dari empat hingga lima koperasi desa sekaligus.

Setiap koperasi akan bertanggung jawab menyediakan komoditas unggulan sesuai potensi wilayah masing-masing. Dengan demikian, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat lokal.

Melalui skema tersebut, petani, peternak, dan pelaku usaha desa diharapkan memperoleh kepastian pasar karena hasil produksinya langsung terserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Apa yang dibutuhkan SPPG akan dibagi rata. Kalau ada produk yang belum bisa disediakan sendiri, koperasi harus membangun kerja sama dengan pihak luar,” jelasnya.

Pemkab menilai integrasi MBG dan KDKMP tidak hanya berfungsi menjaga ketersediaan bahan pangan bagi penerima manfaat program gizi.

Lebih jauh, skema itu diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan.

Dengan adanya pasar yang jelas dan berkesinambungan, masyarakat desa dapat lebih fokus meningkatkan produksi tanpa harus khawatir terhadap pemasaran hasil pertanian, peternakan, maupun produk pangan lainnya.

Pemkab juga berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada potensi lokal sekaligus mendukung target pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan akhirnya seperti yang diharapkan Presiden Prabowo, yakni perekonomian desa bisa tumbuh dan meningkat,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#SPPG #Koperasi Merah Putih #madiun #Mbg #hari wuryanto