Jawa Pos Radar Madiun – Dua kecelakaan terjadi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam di wilayah Kabupaten Madiun.
Salah satunya merenggut nyawa seorang remaja perempuan setelah diduga terjerat kabel listrik yang menjuntai di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Selasa (2/6) malam.
Beberapa jam kemudian, kecelakaan tunggal juga terjadi di Kecamatan Pilangkenceng.
Sebuah mobil yang dikendarai perias pengantin terperosok ke area persawahan setelah pengemudi diduga kehilangan kendali.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono mengatakan, kecelakaan maut terjadi di Desa Tiron, Kecamatan Madiun.
Korban diketahui bernama Revi Shintia Bela Safitri, 18, warga Desa Gunungsari. Saat kejadian, korban mengendarai Yamaha NMAX dan melaju dari arah selatan.
“Korban mengendarai sepeda motor merek Yamaha NMAX ini melaju dari arah selatan, lalu korban terjatuh diduga terkena kabel listrik putus yang menjuntai di jalan dan tewas di tempat,” ungkapnya.
Sebelum kejadian, dari arah berlawanan melaju truk gandengan bermuatan tebu yang dikemudikan Muktianto Ari Wibowo, 50, warga Jember.
Polisi menduga kabel listrik yang melintang di jalan terputus setelah tersangkut muatan tebu yang melebihi batas ketinggian kendaraan.
Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Pengemudi truk saat ini sudah kami amankan untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, apakah memang kabel terputus akibat tersangkut muatan tebu yang melebihi batas atau memang terputus sendiri, masih belum bisa dipastikan dan masih kami didalami lebih lanjut,” jelas Andika.
Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Gandul–Kenongorejo, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng.
Sebuah mobil yang dikemudikan warga Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, terperosok ke area sawah setelah pengemudi diduga kurang menguasai medan jalan.
Pengemudi diketahui berprofesi sebagai perias pengantin dan sedang melintas dari arah barat ketika kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Pengemudi dari arah barat, karena kurang menguasai jalur medan, sehingga saat melajukan kendaraan masuk ke sawah,” kata Andika.
Berbeda dengan kecelakaan di Desa Tiron, insiden di Pilangkenceng tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada beberapa bagian.
Petugas kemudian melakukan evakuasi kendaraan menggunakan mobil derek.
Pengemudi juga telah berkoordinasi dengan pemilik lahan sawah yang terdampak akibat kecelakaan tersebut.
“Saat ini kendaraan sudah diderek dan pengemudi sudah berkoordinasi dengan pemilik sawah, kejadian ini ditangani secara damai,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto